Geger Wacana Relokasi Pabrik Otomotif Jatim ke Vietnam, Begini Langkah FSPMI

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur menyebut telah proaktif dalam memperjuangkan nasib para pekerja pabrik komponen otomotif, PT J dan PT S yang terletak di Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan sebagai bentuk tindaklanjut atas wacana kedua perseroan memindahkan sebagian besar aktivitas operasional ke Vietnam.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur Jazuli menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah dalam mencegah hingga mengantisipasi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 5 ribu pekerja dari dua perusahaan yang berkantor pusat di Jepang itu.

Ia menerangkan bahwa serikat buruh telah menjalin koordinasi intensif dengan perwakilan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. 

"Sudah, kalau kami, kalau kita sudah dengan pihak perusahaan sudah sering berunding. Wacana-wacana itu sudah berapa kali disampaikan. Mungkin itu sudah diskusikan dua sampai tiga tahun yang lalu lah," ucap Jazuli saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/6/2026).

Tak hanya itu, Jazuli juga enggan untuk merinci secara detail mengenai nama dari kedua perusahaan tersebut kepada publik.

Menurutnya, organisasi serikat buruh memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kondisi psikologis dari para pekerja perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca Juga

  • Pemerintah Cari Cara Cegah Relokasi 2 Pabrik Otomotif Jepang ke Vietnam
  • 2 Pabrik Otomotif Jepang Relokasi ke Vietnam, 7.000 Karyawan Terancam PHK
  • Pesanan Ekspor Alas Kaki Terancam Bergeser ke Vietnam hingga India, Ini Penyebabnya

"Saya jujur persoalan ini. Saya itu lebih cenderung memperhatikan kepada ketenangan karyawan. Walaupun kalau kita bicara dua pabrik itu dengan inisial itu sebenarnya sudah jelas ya, semuanya itu banyak yang tahu karena enggak ada lagi perusahaan, pabrik sparepart mobil di sana, dan itu sudah ramai. Saya itu cuma menjaga ketenangan. Jadi mohon mungkin diinisialkan saja," ungkapnya.

Bahkan, Jazuli menerangkan bahwa pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Konsul Jenderal Jepang, yang berkedudukan Kecamatan Gubeng, Surabaya guna mencari jalan keluar atas wacana relokasi aktivitas perusahaan ke Vietnam agar tidak berdampak luas terhadap nasib dari ribuan pekerja yang ada.

"Kita terus berusaha ya bahkan saya juga terus sudah mencoba komunikasi dengan Konjen Jepang. Konjen Jepang di Surabaya sudah kita surati juga. Mau kita adakan diskusi, bagaimana sih solusinya? Apa sih persoalan yang harus dilakukan gitu loh? Ya, harapan kita jangan sampai itu terjadi," tegasnya.

Lewat berbagai upaya yang telah dilakukan, Jazuli mengimbau kepada segenap pekerja dari PT J dan PT S untuk tidak terlalu risau dan tetap bersikap tenang terhadap informasi yang beredar mengenai wacana relokasi mayoritas aktivitas pabrik ke Vietnam itu.

Dirinya menyatakan bahwa kedua perusahaan itu tidak akan menutup sepenuhnya kegiatan operasional mereka di Mojokerto maupun Pasuruan. 

"Saya berharap kawan-kawan pekerja, baik itu yang ada di Mojokerto dan di Pasuruan tetap tenang. Itu wacana perusahaan tutup tidak. Teman-teman tetap tenang saja. Itu pun wacana tidak dalam waktu dekat ini. Kalau pun kalau bisa ya kita cegah terus supaya tidak terjadi," jelasnya.

Ia menyatakan bahwa FSPMI Jawa Timur juga telah melancarkan berbagai usaha komunikasi ataupun mediasi dengan perwakilan perusahaan selama beberapa tahun terakhir untuk menghindari melindungi hak-hak pekerja serta mencegah terjadinya PHK terhadap para pekerja PT J dan PT S tersebut.

"Dari kami sejauh ini, tiga tahun terakhir ini terus berusaha, mencari, diskusi terus dengan pihak perusahaan agar menghindari terjadinya PHK itu. Banyak hal yang sudah kita lakukan. Baik perundingan mengenai insentif ataupun mengenai perjanjian kerja bersama, itu sudah kita lakukan terus," pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Disorot! Mahasiswa Ngaku Terima Uang, Publik Tunggu Jawaban Wapres
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gara-gara Taufik Hidayat, Ayah YTR Tak Kenal Wajah Anaknya dan Pingsan Saat Pertama Datangi RSHS Bandung
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Sekolah Sudah Dapat MBG, Guru Saleh Berharap Gajinya Setara UMR | DIPO INVETSIGASI
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Surabaya Waspada Hujan Lebat dan Air Laut Pasang di Akhir Juni 2026
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Heran Bahlil Dapat Tepuk Tangan Riuh: Gara-gara Harga BBM Nggak Naik?
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.