jpnn.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membenarkan informasi entang dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Kemenhan mengonfirmasi setelah adanya kabar mengenai peserta latsarmil bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia, menyebar di media sosial pada Senin (22/6/2026).
BACA JUGA: Taufik Hidayat Pelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung Ditangkap
Konfirmasi ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers yang diberikan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata dia.
BACA JUGA: Pengakuan Pengemudi BMW yang Tabrak Lari Ojol di Meruya, Oalah
Brigjen Rico mengatakan setelah proses pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke.
Sementara, Yonanda meninggal ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
BACA JUGA: Konon, Ini Tujuan Polisi Kasih Rp 20 Juta ke Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran, Oalah
Rico menjelaskan Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat dirujuk ke rumah sakit.
"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," katanya.
Dia menegaskan bahwa Yonanda, Anisa dan seluruh peserta sudah mengikuti proses pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti pendidikan dasar militer.
Seluruh peserta juga menjalani materi pendidikan latsarmil yang telah dipastikan TNI aman untuk dijalani warga sipil.
Walau dipastikan aman, Kemenhan memastikan akan tetap mengevaluasi pendidikan latsarmil agar ke depan peserta bisa menjalankan materi dengan aman dan nyaman.
Mengenai Anisa dan Yonanda, Rico memastikan Kemenhan akan memberikan perhatian penuh untuk keluarga mereka.
"Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




