KP2MI-ULM teken MoU dukung peningkatan kualitas pekerja migran

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendukung peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Selasa (23/6).

"Institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Lambung Mangkurat memiliki peran strategis ganda," kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam sambutan acara tersebut sebagaimana keterangan yang diterima dari KP2MI, Selasa.

Peran pertama, katanya, adalah sebagai mitra dalam menyiapkan SDM kompeten dan tersertifikasi sejak di bangku kuliah.

Kedua adalah sebagai garda edukasi yang membentengi mahasiswa serta masyarakat dari jebakan migrasi non-prosedural melalui literasi jalur resmi, katanya.

Selain ULM, momentum strategis tersebut juga diperkuat dengan bergabungnya delapan perguruan tinggi lain di wilayah Kalimantan Selatan.

Mukhtarudin mengatakan fokus utama kerja sama tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pelindungan secara menyeluruh mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja, selain juga mengoptimalkan penempatan pekerja migran Indonesia yang terampil dan profesional.

Baca juga: KP2MI teken MoU tingkatkan kapasitas pekerja migran dengan para mitra

Menteri P2MI itu memaparkan bahwa penguatan sistem vokasi dan pelindungan menjadi sangat mendesak di tengah puncak bonus demografi Indonesia.

Di tengah banyaknya jumlah penduduk usia produktif di Indonesia, negara-negara maju justru tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan populasi) yang memicu defisit tenaga kerja massal.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari 2025 hingga 21 Juni 2026, secara nasional pemerintah telah memfasilitasi 439.543 layanan penempatan.

Lima negara tujuan utama masih didominasi oleh Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Singapura.

Peluang ke depan pun dinilai masih sangat terbuka lebar. Data Sistem Informasi Pasar Kerja (SIP2MI) per 21 Juni 2026 mencatat ada 311.073 posisi peluang kerja luar negeri yang tersedia. Namun, jumlah yang terserap baru mencapai 76.979 posisi atau 24,75 persen.

"Artinya, masih ada 234.094 peluang kerja atau sekitar 75,25 persen yang kosong dan menanti untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten," demikian kata Mukhtarudin.

Baca juga: Indonesia-Jerman bahas perluasan penempatan PMI di sektor baru

Guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, Migrant Center ULM nantinya akan memfasilitasi pelatihan secara terintegrasi.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan KP2MI sekaligus dibentuknya Migrant Center di kampus ULM.

Fasilitas baru itu resmi berdiri sebagai Migrant Center pertama yang menjadi pusat layanan terpadu di Kalimantan.

Ahmad Alim Bachri menegaskan bahwa kehadiran Migrant Center itu merupakan momentum krusial yang akan membawa dampak luas terhadap orientasi dan kebijakan pengelolaan SDM di lingkungan ULM ke depan.

"Saya dalam hal ini mewakili seluruh sivitas akademika ULM menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri yang telah hadir pada hari ini, dalam rangka memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan Migrant Center yang didirikan oleh Universitas Lambung Mangkurat," demikian katanya.

Baca juga: KP2MI kawal penanganan insiden pekerja migran Indonesia di Taiwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kylian Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Hajar Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Zodiak yang Paling Berani Angkat Bicara Demi Keadilan
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Olivia Rodrigo: Musik Adalah Tempat Berlindung dari Masa Kecilku yang Sunyi
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Waka MPR Tekankan LCC 4 Pilar Instrumen untuk Perkuat Nilai Kebangsaan
• 9 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Kunker ke Jatim: Resmikan 1.151 Km Jalan dan Hadiri Munas-Konbes NU
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.