Prabowo Target Tutup 800 BUMN Merugi, Klaim Bisa Hemat Triliunan

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berencana menutup sekitar 700-800 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak sehat dan terus mengalami kerugian.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.

Baca Juga :
Seloroh Prabowo: Kalau Belajar Politik Harus Belajar dari NU!
Terkuak! Prabowo Beberkan Alasan Gaji Guru Susah Naik

Presiden Prabowo mengaku cukup terkejut saat mengetahui jumlah BUMN mencapai lebih dari seribu entitas.

Menurutnya, banyak perusahaan tersebut tidak memberikan keuntungan dan justru menjadi beban bagi keuangan negara.

"Sekarang kita sudah tutup kurang lebih 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat, 200 kalau tidak salah. Kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700 lah," kata Presiden Prabowo.

Prabowo menjelaskan penutupan ratusan BUMN tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan. Ia mencontohkan bahwa setiap perusahaan memiliki jajaran direksi dan komisaris yang harus dibiayai negara, meskipun perusahaan tersebut tidak menghasilkan keuntungan.

Menurut Prabowo, penutupan sekitar 240 perusahaan negara yang telah dilakukan berhasil memangkas berbagai biaya operasional dan remunerasi manajemen yang selama ini membebani keuangan negara.

"Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan. Hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan langkah restrukturisasi BUMN dilakukan untuk memastikan perusahaan milik negara dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menilai praktik tata kelola yang buruk di sejumlah perusahaan negara harus dihentikan agar aset negara tidak terus menerus mengalami kerugian.

Diketahui, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menargetkan pemangkasan jumlah BUMN dan anak usahanya, dari 1.100 perusahaan menjadi 257 perusahaan.

Konsolidasi tersebut akan menggabungkan BUMN di sektor logistik, manajemen aset, sekuritas, industri perhotelan, industri semen, asuransi, dan sebagainya. (Ant)

Baca Juga :
Blak-blakan! Prabowo Ungkap Biang Kerok Rupiah Melemah
Prabowo Ungkap 15 Ribu Triliun Kekayaan Indonesia Ngalir ke Luar Negeri: Belum Ada Profesor yang Bantah
Prabowo Singgung Tambang Ilegal di RI: Seolah Nggak Ada Negara!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Inggris Ditahan Ghana 0-0, Persaingan Grup L Masih Terbuka
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Alfons Manibui DPR: Pasokan Batu Bara Nasional Aman, Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Dukung Kebutuhan Pembangkit PLN
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Erick Thohir Kabarkan Timnas Indonesia U-23 Tak Bisa Bermain di Asian Games 2026, Terbentur Regulasi
• 22 jam lalubola.com
thumb
Foto: Paris Dilanda Gelombang Panas, Warga Borong Kipas Angin
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Waka MPR Tekankan LCC 4 Pilar Instrumen untuk Perkuat Nilai Kebangsaan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.