Skema Sekolah Swasta Gratis Dedi Mulyadi Diprotes, Ini Alasannya

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Foto arsip. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  (Sumber: KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

BEKASI, KOMPAS.TV - Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi menuai penolakan dari mayoritas SMA/SMK swasta di Kota Bekasi.

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi menyebut kebijakan itu belum mendapat persetujuan dari banyak pihak di lingkungan pendidikan swasta.

Program itu sendiri dirancang untuk menampung siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027 melalui skema sekolah swasta gratis dengan dukungan bantuan pemerintah.

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, menegaskan penolakan yang terjadi bukan karena sekolah swasta menolak membantu pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Namun, persoalan utama terletak pada proses penyusunan kebijakan yang dinilai tidak melibatkan yayasan maupun organisasi penyelenggara pendidikan swasta sejak awal.

Ia menyebut sempat ada kesepakatan awal dari sekolah swasta untuk menolak program tersebut. Namun kemudian, sebagian sekolah disebut mendapatkan tawaran kerja sama langsung dari pengawas pembina.

"Awalnya itu seluruh sekolah swasta sepakat menolak. Tapi dari informasi yang saya dapat, ada beberapa sekolah yang didatangi langsung oleh pengawas pembina untuk ditawari ikut kerja sama," kata Ayung dikutip Kompas.com, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Bunuh 2 Orang di Lebanon dan Ancam Gencatan Senjata, Hizbullah Meradang

Keputusan Dinilai Harus Lewat Yayasan, Bukan Kepala Sekolah

BMPS juga menyoroti pendekatan pemerintah yang langsung menyasar kepala sekolah. Menurut Ayung, hal tersebut tidak tepat karena secara struktural keputusan strategis berada di tangan yayasan sebagai pemilik lembaga pendidikan.

"Padahal pemilik sekolah swasta itu yayasan. Kepala sekolah hanya diangkat oleh yayasan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keputusan yang diambil tanpa persetujuan yayasan berpotensi menimbulkan konflik internal di lingkungan sekolah.

"Jangan sampai nanti kepala sekolah bergerak sendiri tanpa persetujuan yayasan, lalu malah dipecat atau diberhentikan," ucapnya.

BMPS Kota Bekasi juga mengkritik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai tidak melibatkan BMPS maupun yayasan dalam proses perumusan kebijakan.

Menurut mereka, dialog sejak awal sangat penting untuk menghasilkan skema kerja sama yang dapat diterima semua pihak.

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sekolah swasta
  • bmps bekasi
  • dedi mulyadi
  • sekolah gratis
  • pendidikan jabar
  • rombongan belajar
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Detik-detik Taufik Hidayat Menolak Tawaran Match Fixing di Asian Games 2006: Demi Merah Putih
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diberi Penangguhan Penahanan, Kapolri: Kami Telah Melaksanakan Kewajiban
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
2 Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Dunia karena Henti Jantung
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kebutuhan Mendesak, BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi 2.567 Warga Gaza
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.