Sekitar 2.500 jiwa warga Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih selama empat bulan terakhir. Kondisi tersebut memaksa setiap keluarga mengeluarkan biaya hingga Rp150 ribu per bulan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Selasa 23 Juni 2026, meski sebagian warga telah berlangganan layanan PDAM, pasokan air yang diterima masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dalam satu pekan, air PDAM hanya mengalir sekitar dua kali dengan jadwal yang tidak menentu.
Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air dari sumur musala terdekat. Namun, air sumur tersebut bersifat payau sehingga tidak layak digunakan untuk konsumsi.
Baca Juga :
Waspada, Heatstroke dan Lonjakan Penyakit di Musim Kemarau EkstremSementara untuk kebutuhan memasak dan minum, warga bergantung pada air galon yang dibeli dengan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per galon. Pengeluaran tambahan ini menjadi beban bagi warga di tengah keterbatasan pasokan air bersih.
Sebagai upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara telah melakukan dropping air bersih sejak 5 Juni 2026. Distribusi bantuan air bersih dilakukan dua kali dalam sepekan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.




