IHSG Diproyeksi Kembali Melemah Usai Rilis MSCI, Waspadai Uji Level 5.000-an

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6). IHSG ditutup melemah di level 6.101,33 (-0.25 persen) pada perdagangan Selasa (23/6).

Analis MNC Sekuritas melihat meski IHSG terkoreksi pada penutupan perdagangan Selasa (23/6), pergerakan IHSG masih mampu bertahan di atas MA20, didukung oleh munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv].

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.972, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548-6.782,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (24/6).

Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham ADMR, ARCI, PTBA dan TAPG untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Rabu (24/6).

Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG bahkan sebelum penutupan sempat menyentuh level 5.993, namun kembali ditutup di atas level 6.100. “Sehingga secara teknikal, diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.000-6.150 pada perdagangan Rabu,” tulis analis Phintraco Sekuritas pada Rabu (24/6).

Analis Phintraco Sekuritas melihat saham sektor teknologi menjadi sektor dengan koreksi terdalam, turun 1,05 persen, sementara sektor kesehatan mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 3,97 persen.

Dari sisi fundamental, sentimen negatif pasar terutama dipicu oleh pelemahan bursa global akibat aksi jual pada saham-saham teknologi.

Di regional, indeks Kospi yang sebelumnya mengalami reli kuat berkat kontribusi saham sektor teknologi, terkoreksi tajam dan memimpin pelemahan pasar regional pada Selasa (23/6). Tekanan juga berlanjut di pasar Amerika Serikat, tercermin dari pelemahan indeks futures Wall Street.

Di sisi domestik, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun untuk semester II 2026 melalui delapan program, meliputi insentif pajak, diskon transportasi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan. Stimulus ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan tingginya suku bunga.

Sementara itu, MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM). Namun, MSCI mencatat masih adanya kekhawatiran investor terkait kelayakan investasi di Indonesia meskipun berbagai reformasi transparansi pasar telah dilakukan oleh OJK, BEI, dan KSEI.

MSCI akan terus mengevaluasi efektivitas reformasi tersebut, dan apabila tidak terdapat kemajuan yang memadai hingga Review November 2026, Indonesia berpotensi menghadapi konsultasi terkait reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham CUAN, ESSA, RAJA, BIPI dan PTRO untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Rabu (24/6).

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Dorong Investasi Konservasi melalui Pembiayaan Inovatif Taman Nasional di London Climate Action Week
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhut Ajak Papua Pegunungan Jaga Hutan Lewat Penanaman Pohon
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Salad dari Penjuru Dunia yang Wajib Kamu Coba
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rajiv Apresiasi Polda Jawa Barat Berhasil Tangkap Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Blak-blakan Ada yang Tak Mau RI Bangkit: Saya Bicara Apa Adanya
• 38 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.