Arsip Foto ”Kompas”: Trauma Gempa Palu yang Berulang

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Palu kembali diguncang gempa pada Selasa (16/6/2026) jelang siang. Gempa dangkal bermagnitudo 6,7 ini merusak sejumlah bangunan dan membuat warga panik. Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling parah. Daerah lain yang juga mengalami kerusakan adalah Kabupaten Parigi Moutong dan Kota Palu.

Satu orang dilaporkan meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Gempa susulan yang masih terus terjadi memaksa warga untuk mengungsi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari.

​Laporan awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur. Pusat gempa ini berada di darat, tepatnya 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dan 70 kilometer barat laut Poso, dengan kedalaman 10 kilometer.

Tim SAR gabungan mengevakuasi 33 jenazah korban yang tertimbun karena fenomena likuefaksi yang dipicu oleh gempa di Perumnas Balaroa, Palu, 6 Oktober 2018.

Kondisi kawasan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah yang luluh lantak karena likuefaksi yang dipicu oleh gempa bermagnitudo 7,4, Kamis (6/10/2018). Balaroa dan Petobo merupakan kawasan pemukiman yang mengalami fenomena likuifaksi paling parah.

Kondisi kawasan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah yang luluh lantak karena likuifaksi yang dipicu oleh gempa bermagnitudo 7,4, Kamis (6/10/2018).

Kondisi kawasan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah yang luluh lantak karena likuefaksi yang dipicu oleh gempa bermagnitudo 7,4, Kamis (6/10/2018).

Secara geologis, Sulawesi Tengah berada dalam sistem sesar aktif yang kompleks dan saling terhubung. Aktivitas gempa tidak hanya berasal dari satu patahan, tetapi juga dari beberapa struktur yang terus bergerak. Energi tektonik tetap terakumulasi dan dilepaskan secara berkala. Dengan kondisi ini, potensi gempa susulan ataupun gempa berulang menjadi kenyataan yang harus dihadapi.

Likuefaksi Palu 2018

Wilayah Palu menyimpan riwayat kelam bencana gempa dan tsunami. Salah satu peristiwa terparah yang masih terekam kuat di ingatan adalah gempa pada 28 September 2018, hampir delapan tahun silam. Guncangan bermagnitudo 7,4 pada sore hari itu menciptakan kengerian yang luar biasa bagi masyarakat setempat.

Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial beberapa saat setelah gempa memperlihatkan tsunami menyapu Palu Grand Mall di pesisir Teluk Palu. Para pengunjung mal tersebut panik dan terjebak di dalam gedung karena pada waktu bersamaan, air laut menerjang lantai dasar. Bangunan-bangunan di sepanjang pesisir Teluk Palu pun tak luput dari hantaman tsunami. Konstruksi Masjid Arkam Babu Rahman, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Terapung Palu, rusak parah.

Jembatan Ponulele sepanjang 250 meter, yang membentang di Teluk Talise serta menghubungkan Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat, ambruk diterjang gelombang. Jembatan berwarna kuning yang menjadi ikon Sulawesi Tengah itu hancur dan tenggelam.

Di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, KM Sabuk Nusantara 39 terdampar ke daratan akibat dorongan tsunami yang dahsyat. Kapal penumpang tersebut terseret masuk hingga ke area perkampungan. Tsunami juga memorakporandakan rumah-rumah di sepanjang pesisir pantai, termasuk di perkampungan nelayan Pantai Taman Ria, Palu.

Tidak hanya tsunami, gempa di Palu pada saat itu juga memicu fenomena mematikan yang dikenal dengan istilah likuefaksi.

KM Sabuk Nusantara 39 terdampar ke daratan oleh tsunami karena gempa di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Rabu, 10 Oktober 2018.

Warga korban gempa di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berebut bantuan logistik yang didistribusikan menggunakan helikopter oleh Palang Merah Indonesia, Senin (8/10/2018).

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 33 jenazah korban yang tertimbun karena fenomena likuifaksi yang dipicu oleh gempa di Perumnas Balaroa, Palu, Kamis (6/10/2018), Proses pencarian korban di lokasi tersebut oleh Tim SAR gabungan terus dilakukan.

Antrean warga yang hendak menaiki pesawat Hercules TNI melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018). Sebagian korban gempa meninggalka Palu.

Guncangan gempa membuat tanah bergerak dan ambles. Kawasan Petobo dan permukiman Perumnas Balaroa merupakan daerah yang terdampak likuefaksi paling parah. Tanah bergetar dan rumah-rumah ambruk seketika. Pada saat yang bersamaan, tanah bergerak menggeser rumah warga yang telah luluh lantak akibat gempa.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan sekaligus kengerian yang luar biasa. Saat warga berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri, mereka kembali dihadapkan pada kondisi tanah yang ambles dan mengalir bagai lumpur. Palu, Sigi, dan Donggala merupakan wilayah terdampak paling parah pada peristiwa 2018 tersebut.

Abdurahman bersama istrinya, misalnya, terlihat pasrah pada Kamis, 6 Oktober 2018, sore. Ketika petugas SAR gabungan sibuk mencari korban, mereka hanya dapat memandangi rumah mereka yang hampir ambruk di Perumnas Balaroa. Dua mobil pun terjebak di dalam bangunan rumah yang sempat terbakar akibat guncangan tersebut.

Tragedi Palu 2018 disebabkan oleh pergeseran sesar aktif pada zona Sesar Palu-Koro yang membentang dari Laut Sulawesi, membujur membelah Kota Palu, dan berakhir di Teluk Bone, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, gempa tersebut mengakibatkan 3.124 orang tewas, 705 orang hilang, dan 1.016 orang dikuburkan secara massal tanpa identitas. Adapun rumah yang rusak mencapai 110.214 unit.

Rentetan gempa yang kembali mengguncang Sulawesi Tengah hari ini menegaskan bahwa wilayah tersebut senantiasa berada di bawah bayang-bayang risiko bencana geologi yang mengintai setiap saat. 

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Rekomendasi Drama China Romantis untuk Penonton Pemula di Akhir Pekan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Cuma di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentara Sering di Sawah
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Pete Hegseth: AS tak Mampu Pertahankan Ekonomi tanpa Superioritas Militer
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Presiden Prabowo Terima Penghargaan Adi Bhakti Maha Utama dari Petani dan Nelayan Indonesia
• 3 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.