JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan Presiden ke-2 RI Soeharto sejatinya telah meninggalkan jasa-jasa yang sangat penting bagi fondasi pendidikan di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam gelaran rekor MURI lomba menggambar sketsa wajah Soeharto di Universitas Trilogi, Pancoran, Jakarta Selatan.
"Jasa-jasa beliau itu saya kira tidak dapat kita abaikan dan menjadi fondasi penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia," ujar Abdul Mu'ti di lokasi, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, gelaran lomba untuk memperingati 105 tahun kelahiran Soeharto yang diselenggarakan Universitas Trilogi itu patut diapresiasi. Pasalnya, Bapak Pembangunan sekaligus pahlawan nasional tersebut memiliki jasa yang sangat besar bagi kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia.
"Dalam konteks pendidikan, beliau memiliki sumbangan dan jasa yang sangat penting, terutama dalam program pengentasan buta aksara dan pemenuhan pendidikan dasar," tuturnya.
Baca Juga:Baleg Yakin RUU Satu Data Bisa Atasi Bansos Salah SasaranDia menerangkan, pada masa Soeharto, angka buta aksara masih tinggi. Karena itu, beliau berupaya memberantas buta aksara, buta angka, dan keterbatasan pengetahuan dasar melalui gerakan pendidikan tingkat dasar dengan mendirikan SD Inpres di seluruh Indonesia. Lomba tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional sekaligus menjadi bagian dari internalisasi nilai-nilai serta menumbuhkan semangat dan bakat anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan kemampuannya dalam bentuk sketsa, khususnya sketsa mantan Presiden HM Soeharto.
"Kita mengembangkan pendidikan secara berkesinambungan. Semua landasan pendidikan yang sudah diletakkan para pemimpin kita dijadikan sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju, terutama dalam pemerataan pendidikan. Pak Harto sudah memberikan legasi tentang bagaimana mewujudkan pemerataan pendidikan, khususnya di tingkat dasar di seluruh Indonesia, yang dibuktikan dengan banyaknya SD Inpres yang dibangun di hampir seluruh desa di Indonesia," katanya.
Baca Juga:Update Kecelakaan Anggota DPR di Tol Pasuruan-Probolinggo, Gus Hilman Luka-Luka, 2 Staf TewasSementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Pramono Hari Adi, menambahkan tercatat sebanyak 1.160 peserta mengikuti lomba melukis sketsa wajah Soeharto di Universitas Trilogi. Karena itu, jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memecahkan rekor MURI.
"Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 105 tahun kelahiran Jenderal Besar TNI (Purn.) H.M. Soeharto. Universitas Trilogi perlu merayakan momentum ini karena kami mendapatkan warisan dari beliau, sebuah nama yang luar biasa, yaitu Trilogi," jelasnya.
"Itu istilah yang fenomenal dan besar. Kami harus menindaklanjutinya ke depan seperti apa, sehingga saya selalu berusaha memperbesar nama itu menjadi nama yang penuh makna bagi bangsa dan negara ini," imbuhnya.
#nasional



