Trump Keukeuh Inspektur Nuklir IAEA ke Iran

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump keukeuh bahwa Iran akan mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negara itu meskipun Teheran membantahnya. Trump mengatakan para inspektur nuklir tersebut akan berada di lapangan "pada waktu yang tepat."

Berbicara kepada para wartawan, Trump menepis klaim Iran yang menyatakan tidak ada kunjungan terjadwal bagi inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), meskipun sebelumnya Wakil Presiden AS JD Vance mengumumkan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali memasuki negara tersebut.

"Mereka salah. Mereka salah. Mereka tahu bahwa mereka salah," kata Trump. "Mereka sudah memberi tahu kami secara internal dan kami yakin 100 persen, akan ada inspeksi."

"Jika mereka benar, saya akan membatalkan pertemuan-pertemuan itu sekarang juga," tambahnya.

Saat ditanya kapan para inspektur akan diizinkan memasuki Iran, Trump menjawab, "Pada waktu yang tepat. Tidak perlu terburu-buru."

"Kami sedang membuat kesepakatan luar biasa dengan Iran. Kami membuat kesepakatan yang akan menjaga keamanan negara kami dan dunia, karena kami tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, dan mereka tahu itu, serta mereka setuju dengan hal tersebut," ujar Trump.

Sementara itu, Wapres JD Vance, Senin (22/6) mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali masuk ke negara itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah membuat komitmen baru apa pun terkait program nuklir mereka maupun inspeksi internasional.

Secara terpisah, dalam pidatonya di Pennsylvania, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah sepakat untuk "tidak pernah memiliki senjata nuklir."

"Kami meninggalkan mereka tanpa kapasitas nuklir apa pun, dan mereka telah menyetujui hal itu. Hubungan kami juga berjalan cukup baik. Meskipun, jika Anda membaca media berita palsu, Anda tidak akan pernah mengetahuinya," kata Trump.

"Kami baru saja mencapai kesepakatan damai bersejarah dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Selat Hormuz."

Trump juga mengeklaim bahwa tercipta rekor 19 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz pada hari Senin.(chm)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Review MSCI, OJK Janji Kebut Reformasi Pasar Modal
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gojek & Grab Pangkas Potongan Layanan Aplikasi Ojol Jadi 8% per 1 Juli 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PDAM Makassar Rampungkan Perbaikan Pipa Bocor 400 MM di Perintis Kemerdekaan
• 12 menit laluterkini.id
thumb
Polisi Libatkan Meta Usut Jejak Digital Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun
• 12 jam laludetik.com
thumb
KPK Telusuri Aliran Uang Dugaan Gratifikasi Batu Bara di Kutai Kartanegara, Nabil Husien dan Said Amin Diperiksa
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.