Dari Hipdut hingga Popdut, Inul Daratista Sebut Modifikasi Dangdut Bikin Musik Indonesia Naik Kelas

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Citra musik dangdut yang dulunya dianggap kaku dan hanya konsumsi kalangan tertentu kini telah berubah total. Munculnya berbagai sub-genre baru seperti Hip-hop Dangdut (Hipdut), Pop-Koplo, hingga Discodut (Disco Dangdut) justru dinilai sebagai lokomotif yang membawa musik asli Indonesia ini naik kelas ke level internasional.

Hal ini diungkapkan oleh pedangdut senior Inul Daratista saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Inul mengaku sangat antusias melihat kreativitas musisi muda yang berani mengawinkan dangdut dengan genre musik modern lainnya.

Dangdut Bukan Lagi Sekadar Musik Klasik

Bagi Inul, fenomena munculnya berbagai aliran modifikasi dangdut adalah angin segar bagi industri musik Tanah Air. Ia tidak setuju jika dangdut harus terus-menerus tampil dengan pakem klasik yang statis.

"Senang dong! Karena dengan begitu kita bisa membuka wawasan internasional juga bahwa dangdut itu tidak melulu klasik saja gitu," ujar Inul Daratista.

Menurutnya, kekuatan utama dangdut terletak pada fleksibilitasnya. Dangdut adalah bahasa universal yang bisa masuk ke telinga siapa saja, termasuk pendengar yang sebelumnya tidak menyukai dangdut.

"Dangdut itu sangat universal. Benar-benar memberikan hiburan yang luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Musik dangdut itu bisa dimodifikasi apa saja, dan mereka (pendengar) semuanya enjoy," tambahnya.

Bukan sekadar perasaan Inul semata, tren bergesernya minat masyarakat ke arah dangdut modern juga dibuktikan dengan data digital. Perwakilan Google Indonesia, Feliciana, menyebutkan bahwa istilah-istilah modifikasi dangdut menjadi tren panas di mesin pencarian.

"Kayak misalnya Popdut atau Discodut, itu kita lihat pencariannya di Google Search juga naik 20 sampai 30 persen," ungkap Feliciana yang mendampingi Inul dalam acara tersebut.

Lonjakan data ini menjadi bukti konkret bahwa genre seperti Hipdut dan kawan-kawannya berhasil menarik minat Generasi Z (Gen Z). Hal ini pula yang membuat Google memberikan apresiasi khusus melalui Google Doodle untuk merayakan Hari Musik Sedunia pada 21 Juni lalu.

Misi Membawa Dangdut ke Seluruh Dunia

Baca Juga: Inul Daratista Buka Peluang Duet dengan Pedangdut Gen Z, Ini Syaratnya!

 

Inul berharap, dengan semakin banyaknya variasi seperti Hipdut, dangdut tidak lagi dipandang sebelah mata di luar negeri. Ia bermimpi dangdut bisa menjadi identitas global yang sejajar dengan genre musik internasional lainnya.

"Kita boleh bangga dengan kita punya budaya musik dangdut yang luar biasa. Sekarang bisa diterima hampir seluruh masyarakat Indonesia, dari tukang becak sampai orang yang punya mobil mewah semuanya bisa menikmati tanpa malu-malu," pungkas Inul.

Dengan semangat modifikasi dan inovasi, Inul yakin bahwa masa depan dangdut akan terus bersinar, tidak hanya di panggung lokal, tapi juga di panggung dunia. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taufik Hidayat Dibekuk Polisi, Seperti Apa Kelanjutan Sayembara Rp250 Juta? Begini Jawaban Dedi Mulyadi
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Agensi Rilis Permintaan Maaf Usai Kontroversi Pakaian Mark Lee
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Isi Liburan Sekolah dengan Petualangan Seru Bersama Karakter Favorit Anak
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
DK PBB Adopsi Resolusi untuk Hukum Pelaku Kejahatan Terhadap Pasukan Perdamaian
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanda Kamu Sedang Berhadapan dengan Orang IQ Rendah
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.