Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengusulkan Perum Damri memperluas ekspansi bisnis hingga ke Arab Saudi dengan menyediakan layanan transportasi bagi 1,5 juta jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahun. Damri juga dinilai berpeluang membangun rest area di jalur Makkah–Madinah yang menyajikan kuliner khas Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan Nurdin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Perum Damri, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
“Ibu Dirut Damri, saya juga menitipkan sebuah harapan, di Tanah Suci Haram, di Makkah dan Madinah itu ada peluang untuk Damri hadir di negara tersebut. Jemaah kita, setiap tahun, haji maupun umrah tidak kurang dari 1,5 juta orang,” kata Nurdin.
Menurutnya, jumlah jemaah Indonesia yang besar menjadi potensi pasar yang dapat dimanfaatkan Damri melalui kerja sama dengan penyedia jasa transportasi di Arab Saudi.
“Sebuah potensi peluang yang bisa Damri manfaatkan. Menurut saya, ruang-ruang tersebut tergantung pada lobi. Jadi Ibu Dirut harus bersaing,” ujarnya.
Meski Arab Saudi sudah menyediakan layanan kereta api cepat yang dapat digunakan oleh jemaah, dia berpandangan tidak semua jemaah haji dan umrah memanfaatkan moda transportasi tersebut. Kondisi ini, menurutnya, membuka peluang bagi Damri untuk bekerja sama dengan penyedia layanan transportasi di Tanah Suci.
Baca Juga
- Diskon Tiket Pesawat AirAsia ke Malaysia hingga Thailand, Ini Daftar Rutenya
- Grab Terapkan Skema Bagi Hasil 8% untuk GrabBike Mulai 1 Juli 2026
- KAI Sebut 472.659 Tiket Diskon Masih Tersedia, Yogyakarta Favorit saat Libur Sekolah
“Sekarang memang ada kereta api cepat, tetapi tidak semua jemaah kita, paling hanya 30–40% menggunakan kereta api cepat. Nah ini peluang bagi Damri untuk bisa bekerjasama dengan pelayanan jasa di Tanah Suci tersebut,” ujarnya.
Tak hanya layanan transportasi, Nurdin juga mendorong Damri mengembangkan fasilitas penunjang berupa rest area di jalur Makkah–Madinah.
“Apalagi kalau Damri juga, menurut saya tidak dilarang itu ya, bisa membuat rest area antara Makkah dan Madinah itu luar biasa. Dengan menu makanan sesuai dengan lidah orang Indonesia, maka itu pasti laris,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nurdin menegaskan bahwa Damri, Pelni, dan ASDP memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung konektivitas nasional sehingga kinerja ketiga BUMN tersebut tidak semata-mata diukur dari aspek keuntungan.
Dia menjelaskan Pelni berperan menyediakan angkutan laut penumpang dan logistik, termasuk pada rute-rute yang belum dapat dilayani mekanisme pasar. Sementara itu, ASDP menjadi tulang punggung konektivitas penyeberangan antarpulau, sedangkan Damri berfungsi menghubungkan kawasan perkotaan, pedesaan, perbatasan, bandara, pelabuhan, hingga pusat-pusat pelayanan publik.
"Kami ingin memastikan bahwa fungsi pelayanan publik tetap berjalan optimal, didukung oleh tata kelola yang baik, armada yang andal, dan kondisi keuangan untuk perusahaan yang sehat,” pungkasnya.





