Pantau - Pemerintah Indonesia memperkuat komitmennya sebagai salah satu pemimpin global dalam aksi kehutanan dan perubahan iklim melalui partisipasi aktif pada Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) yang berlangsung di London, Inggris.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia membawa tiga agenda strategis yang mencerminkan kontribusi nyata sekaligus kepemimpinan nasional dalam tata kelola kehutanan global.
Agenda pertama adalah pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi (high-integrity carbon market) sebagai instrumen pembiayaan konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan lestari, dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga hutan.
“Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola karbon melalui penyempurnaan regulasi nasional yang memberikan kepastian hukum, transparansi, dan kredibilitas lingkungan dalam perdagangan karbon sektor kehutanan,” kata Raja Juli Antoni.
“Indonesia meyakini bahwa pasar karbon yang berintegritas dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan pendanaan global bagi perlindungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Menurut Menhut, penguatan tata kelola karbon menjadi langkah penting untuk mendukung pembiayaan aksi iklim sekaligus menjaga keberlanjutan sektor kehutanan nasional.
Agenda kedua yang diusung Indonesia adalah memperkuat peran International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform global untuk kerja sama, pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan inovasi pengelolaan lahan gambut tropis.
Indonesia saat ini memiliki sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis yang berfungsi sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar di dunia.
Keberadaan ekosistem tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan iklim dan keanekaragaman hayati.
“Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk memperluas kolaborasi melalui ITPC guna mempercepat pengembangan solusi berbasis sains dan praktik terbaik dalam pengelolaan gambut tropis di berbagai kawasan dunia,” ujar Raja Juli Antoni.
Melalui forum FCLP, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan tata kelola kehutanan global, pengendalian perubahan iklim, serta pengembangan solusi berkelanjutan berbasis hutan dan ekosistem alam.




