Dukun Nana Bonsam dan Kisah di Balik Imbang Inggris vs Ghana

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hasil imbang tanpa gol antara Inggris dan Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 tak hanya menyisakan cerita tentang kokohnya pertahanan The Black Stars. Di luar lapangan, perhatian publik justru tertuju pada sosok kontroversial asal Ghana, Nana Kwaku Bonsam.

Beberapa hari sebelum pertandingan berlangsung, pria yang dikenal sebagai dukun atau pemimpin spiritual tradisional itu mengklaim tengah "bekerja" untuk menghentikan kapten Inggris, Harry Kane.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan menjelang duel kedua tim.

Bonsam bahkan secara terbuka menyebut dirinya ingin membuat Kane gagal memberikan pengaruh besar bagi Inggris saat menghadapi Ghana.

Klaim itu mengingatkan publik pada aksinya pada Piala Dunia 2014, ketika ia juga sempat mengaku bertanggung jawab atas masalah cedera yang dialami Cristiano Ronaldo menjelang laga Portugal melawan Ghana.

Ketika peluit panjang berbunyi di Boston Stadium, Selasa (23/6), kisah itu kembali mencuat. Inggris yang datang sebagai salah satu favorit turnamen justru tertahan 0-0 oleh Ghana.

Harry Kane gagal mencetak gol, sementara lini serang The Three Lions terlihat tumpul meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang.

Bagi sebagian pendukung Ghana, hasil tersebut dianggap sebagai bukti bahwa "ramalan" Bonsam menjadi kenyataan.

Berbagai unggahan di media sosial langsung menghubungkan mandeknya serangan Inggris dengan klaim supranatural yang dilontarkan pria berusia 52 tahun itu.

Namun, di balik cerita mistis yang viral, fakta di lapangan menunjukkan alasan yang jauh lebih masuk akal. Ghana tampil disiplin sepanjang pertandingan dan berhasil meredam kreativitas Inggris.

Lini belakang yang dikomandoi Jerome Opoku dan Jonas Adjetey mampu mematahkan serangan demi serangan lawan, sementara sektor tengah bekerja keras menutup ruang gerak Jude Bellingham dan Harry Kane.

Pelatih Ghana Carlos Queiroz juga mendapat pujian karena strategi defensifnya berjalan efektif. Inggris memang mendominasi bola, tetapi kesulitan menemukan celah untuk membongkar pertahanan rapat Ghana. Bahkan peluang terbaik mereka pada menit-menit akhir gagal berbuah gol.

Meski demikian, kemunculan kembali Nana Bonsam membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal taktik, statistik, dan kualitas pemain.

Di banyak negara Afrika, unsur kepercayaan tradisional masih sering menjadi bagian dari narasi yang mengiringi pertandingan besar.

Bonsam sendiri bukan nama baru dalam dunia sepak bola. Ia telah berkali-kali membuat klaim serupa terhadap sejumlah pemain bintang dunia.

Terlepas dari benar atau tidaknya pengakuan tersebut, kemampuannya mencuri perhatian publik membuat namanya kembali menjadi bahan perbincangan global setiap kali Ghana tampil di panggung besar.

Pada akhirnya, hasil imbang Inggris kontra Ghana lebih tepat dijelaskan oleh disiplin taktik dan kerja keras para pemain di lapangan.

Namun bagi mereka yang percaya pada kisah-kisah di luar nalar, nama Nana Bonsam akan tetap menjadi bagian dari cerita yang mengiringi salah satu kejutan terbesar di fase grup Piala Dunia 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Sebut Iran Setuju Nuklirnya Diperiksa
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan Sahabat Sendiri Rp 10 M, Kondisinya Drop sampai Tak Nafsu Makan
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Sensus Ekonomi 2026: Membaca Masa Depan Ekonomi Indonesia Lewat Data
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Oli di Bengkel Resmi Naik Rp 13 Ribu, Ojol: Ngaruh Gede Banget
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Siap Jadi Volunteer kumparanMOM Festival Hari Anak 2026? Daftar Sekarang!
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.