Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per USD, Pasar Cermati Penundaan Penilaian MSCI

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup nyaris mendekati level Rp18.000 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Mata uang Garuda berada di Rp17.952 atau melemah 93 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.859 per USD.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan ini terjadi usai pasar merespon positif terhadap MSCI yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia hingga November. 

"Peninjauan yang diperpanjang ini menyusul kekhawatiran yang muncul awal tahun ini mengenai aksesibilitas pasar, dengan penyedia indeks membekukan perubahan pada indeks ekuitas Indonesia pada Januari karena masalah investability," ungkap dia.

Dengan demikian, kata Ibrahim, proses peninjauan terhadap status pasar Indonesia masih berlangsung dan akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan. 

Hasil evaluasi tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai persepsi investor internasional terhadap kualitas, keterbukaan, dan efisiensi pasar modal domestik.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.951 per Dolar AS, Prabowo Singgung Kebocoran Kekayaan Negara

Baca Juga: IHSG Menguat di Level 6.128, Bayang-Bayang Evaluasi MSCI Jadi Perhatian Utama

Disisi lain, pemerintah mengalokasikan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. 

Berbagai kebijakan tersebut disiapkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik di tengah perkembangan geopolitik internasional yang masih berpotensi menimbulkan tekanan terhadap perekonomian dunia.

"Oleh karena itu, pemerintah memilih menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar konsumsi masyarakat dan aktivitas usaha tetap terjaga. Paket kebijakan yang disiapkan mencakup insentif perpajakan, dukungan bagi sektor transportasi, penguatan industri, hingga perluasan bantuan sosial," ungkap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji Coba di Banyuwangi, Perlinsos Digital Ungkap 60% Pendaftar Bansos Tak Layak
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dokter Koboi Serahkan Buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” ke Dubes RI di Copenhagen Denmark
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Tegaskan Kemenkeu Belum Berencana Beli Saham BEI
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Ditangkap, Aditya Pratama Lega: Bisa Keluar Rumah Euy
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Diduga Terima Rp 2 M dari Anggota DPR
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.