Bekali Praja IPDN Papua, Wamendagri Bima Tegaskan Pemimpin Harus Punya Ideologi, Strategi dan Taktik

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jayapura, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa setiap calon pemimpin daerah maupun birokrat harus memiliki tiga fondasi utama kepemimpinan, yakni ideologi, strategi, dan taktik. Ketiga aspek tersebut penting agar pemimpin mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata pertimbangan popularitas atau kepentingan sesaat.

"Bagi kalian yang hari ini punya bayangan dan cita-cita memiliki posisi strategis entah apa pun itu, harus punya nilai dan pegangan agar tidak mudah dibeli oleh kepentingan transaksional," ujarnya dalam kegiatan Bedah Buku Babad Alas di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :
Wamendagri Bima Arya Dorong Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi
Bima Arya Apresiasi PFmuda Cetak Agen Perubahan untuk Indonesia Emas 2045

Bima menjelaskan, ideologi menjadi kompas yang menentukan arah kebijakan. Namun, nilai-nilai tersebut harus diterjemahkan melalui strategi yang tepat agar dapat diwujudkan menjadi program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu pendekatan yang diterapkannya saat memimpin daerah adalah konsep mencicil harapan, yakni menghadirkan perubahan secara bertahap namun konsisten melalui program yang menyentuh kebutuhan warga. Menurutnya, strategi tersebut terbukti mampu mendorong kemajuan daerah.

Sebagai contoh, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor meningkat dari Rp544 miliar pada 2014 menjadi Rp1,458 triliun pada 2024 atau naik 167,9 persen. Selain itu, berbagai program pembangunan berhasil direalisasikan, antara lain revitalisasi taman kota seluas 15 hektare dan pembangunan jalur pejalan kaki sepanjang 30 kilometer untuk meningkatkan kualitas ruang publik.

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya taktik dan kemampuan eksekusi. Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya menguasai teori dan konsep kebijakan, tetapi juga harus memahami langsung persoalan masyarakat dengan turun ke lapangan.

"Pemimpin itu harus terampil untuk lapangan, makanya pesan saya adalah masalah itu di lapangan bukan di belakang meja," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan memimpin merupakan amanah yang berharga dan tidak berlangsung selamanya. Karena itu, setiap calon pemimpin perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu memanfaatkan masa pengabdian secara optimal saat dipercaya memegang jabatan strategis.

"Ketika kalian ada di satu posisi, maka manfaatkanlah waktu yang sangat berharga itu untuk membuat kehidupan lebih baik," pungkasnya. (LAN)

Baca Juga :
Dorong Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan, Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Pemda Berprestasi di Papua
Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif, Wamendagri Ribka Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pemprov Papua Gelar Pengobatan Gratis dan Donor Darah untuk Masyarakat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendikdasmen Kenang Jasa Soeharto di Pendidikan: Beasiswa Supersemar-SD Inpres
• 9 jam laludetik.com
thumb
Himbara Sebar Dividen dari Laba 2025, Segini Besarannya
• 8 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom Nilai Kenaikan BI Rate Efektif untuk Jaga Rupiah dan Inflasi
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,44% ke Level 6.128 di Awal Sesi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
2 Peserta SPPI Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Ini Penjelasan Kemhan
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.