Update: Macet 2 Km di S Parman Jakbar, Evakuasi Besi dari Truk Terguling Belum Rampung

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan sepanjang sekitar 2 kilometer terjadi di Jalan Letjen S. Parman dari arah Slipi menuju Grogol, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2026) sore.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB, kepadatan lalu lintas masih terjadi akibat proses evakuasi muatan besi wiremesh dari truk yang terguling sejak pagi belum selesai.

Baca juga: Lalin Jalan Letjen S Parman Macet 2 Km Imbas Muatan Besi 30 Ton Tutupi Flyover Tomang

Besi-besi wiremesh yang jatuh dari jalan layang Tol Kebon Jeruk masih menutup sebagian jalur di area turunan Flyover Tomang arah Slipi-Grogol.

Di lokasi, sebuah mobil crane dan sejumlah pekerja yang dikerahkan Jasa Marga masih terlihat mengangkut lembaran-lembaran besi ke truk pengganti. Sedikitnya 15 pekerja dilibatkan dalam proses tersebut.

Baca juga: 12 Jam Usai Besi 30 Ton Terjatuh, Arus Tomang-Grogol Masih Tersendat

Jumlah besi yang berserakan di badan jalan mulai berkurang karena sebagian telah berhasil dimuat ke atas truk. Namun, di atas jalan layang Tol Kebon Jeruk masih terlihat tumpukan besi yang disandarkan ke pembatas jalan.

Akibatnya, hanya satu lajur yang dapat digunakan di jalan layang Tol Kebon Jeruk sehingga kemacetan mengular hingga kawasan Gerbang Tol Kebon Jeruk.

Sementara itu, pengendara yang melintas dari arah Slipi melalui jalur arteri Jalan Letjen S. Parman juga terdampak. Kendaraan tidak dapat melintas melalui Flyover Tomang menuju Grogol dan harus dialihkan ke jalur bawah melalui persimpangan lampu lalu lintas Tomang.

Pengalihan arus tersebut menyebabkan penumpukan volume kendaraan hingga kemacetan mencapai sekitar 2 kilometer sampai kawasan Simpang Slipi Petamburan, Palmerah.

Meski demikian, setelah melewati lokasi kejadian di depan Mal Taman Anggrek, arus lalu lintas menuju Grogol kembali terpantau lancar.

Di sisi lain, kepolisian mulai membuka satu lajur di jalan layang Tol Kebon Jeruk arah Tanjung Priok secara bertahap agar kendaraan dapat kembali melintas.

KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo mengatakan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama karena banyaknya lembaran besi yang harus dipindahkan satu per satu dari lokasi yang berada di atas jalan layang.

"Belum (selesai), kan itu besi-besi yang pada tumpah ngangkatnya satu-satu, apalagi di atas kan, jadi lama. Sementara masih berlangsung proses evakuasinya," kata Sudarmo saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Rabu.

Menurut Sudarmo, sebagian lembaran besi yang sebelumnya menutup jalan tol sudah dipinggirkan dan diturunkan ke bawah.

"Sudah, satu lajur bisa dilewati, cuman kan masih ada sisa yang mepet ke satu lajur, dipepetin sebelah kiri. Tapi sekarang ini di atas, satu lajur sudah bisa melintas," jelas Sudarmo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan kapan seluruh ruas jalan layang maupun akses Tol Kebon Jeruk dapat kembali beroperasi normal karena besarnya volume muatan yang harus dievakuasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Asosiasi Industri Komponen RI Terkait Isu Peralihan Investasi ke Vietnam
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sensus Ekonomi 2026: Membaca Masa Depan Ekonomi Indonesia Melalui Data
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
1.000 Taruna Akmil Akan Latih Siswa Sekolah Rakyat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Dorong Transformasi Nasional Lewat Efisiensi dan Revitalisasi BUMN
• 27 menit lalumedcom.id
thumb
KDM: Terima Kasih Telah Tangkap Taufik Hidayat Biadab
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.