Buah kelengkeng (Dimocarpus longan) memang tidak sepopuler jeruk atau mangga. Tapi jangan salah, buah mungil bertekstur kenyal ini menyimpan segudang khasiat yang sayang dilewatkan begitu saja. Apa saja kira-kira manfaat buah kelengkeng?
Di balik kulitnya yang cokelat tipis dan daging buahnya yang bening segar, kelengkeng mengandung vitamin C, kalium, zat besi, antioksidan, hingga berbagai senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid. Semuanya bekerja sama menjaga tubuh tetap sehat dan prima.
Nah, sebelum Parents makan kelengkeng lagi, yuk kenali dulu 10 manfaat buah kelengkeng yang penting untuk diketahui!
Artikel Terkait: 15 Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui, Bantu Tingkatkan Produksi ASI Apa Saja Manfaat Buah Kelengkeng? 1. Meningkatkan Daya Tahan TubuhKelengkeng mengandung vitamin C dalam jumlah cukup tinggi, sekitar 71 mg per 100 gram.
Vitamin C adalah antioksidan kuat yang berperan merangsang produksi sel darah putih, khususnya limfosit dan fagosit, yang jadi garda terdepan melawan infeksi. Jadi, makan kelengkeng secara rutin bisa membantu tubuh lebih tahan terhadap berbagai penyakit.
Selain vitamin C, kelengkeng juga mengandung asam galat dan asam elagat yang terbukti efektif melawan radikal bebas.
Antioksidan ini melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang bisa memicu berbagai penyakit kronis.
2. Menjaga Kesehatan Kulit dan Mencegah Penuaan DiniVitamin C dalam kelengkeng tidak hanya baik untuk imun, tapi juga penting untuk produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.
Asupan vitamin C yang cukup dari kelengkeng membantu kulit menghasilkan sel-sel baru, mencegah munculnya garis halus, noda hitam, dan kerutan.
Kandungan antioksidan dalam kelengkeng juga berperan menetralisir radikal bebas yang menjadi pemicu penuaan dini.
Jadi, mengonsumsi kelengkeng secara teratur bisa menjadi salah satu cara alami menjaga kulit tetap sehat dan tampak lebih muda.
3. Menjaga Kesehatan MataAntioksidan dan vitamin C dalam kelengkeng terbukti melindungi mata dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas.
Nutrisi ini membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit mata yang terkait penuaan, seperti katarak dan degenerasi makula.
Ini menjadikan kelengkeng sebagai camilan yang tidak hanya enak, tapi juga baik untuk menjaga kesehatan indra penglihatan jangka panjang.
4. Mendukung Kesehatan JantungKandungan kalium dalam kelengkeng tergolong cukup tinggi.
Kalium adalah elektrolit penting yang membantu mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Dengan menjaga tekanan darah tetap stabil, kelengkeng turut berkontribusi menurunkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner.
Selain kalium, antioksidan dalam kelengkeng juga membantu mengurangi peradangan kronis, salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
5. Menambah Energi dan Mencegah AnemiaGula alami dalam kelengkeng seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa menjadikannya sumber energi instan yang menyehatkan.
Cocok dijadikan camilan sebelum atau sesudah berolahraga untuk memulihkan stamina dengan cepat.
Tak hanya itu, kelengkeng juga mengandung zat besi yang penting untuk produksi sel darah merah.
Kecukupan zat besi membantu mencegah anemia defisiensi besi, kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.
6. Melindungi Kesehatan Otak dan Meningkatkan Fungsi KognitifKelengkeng sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan fungsi kognitif.
Penelitian awal pada hewan menunjukkan bahwa polisakarida dalam kelengkeng dapat mengurangi kerusakan otak pada penderita stroke dan meningkatkan enzim antioksidan di otak.
Senyawa bioaktif dalam kelengkeng juga dipercaya membantu mengurangi stres oksidatif di otak, faktor yang berkaitan dengan penurunan kognitif dan risiko alzheimer.
Meski penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan, temuan awal ini sangat menjanjikan.
7. Meningkatkan Kualitas TidurSusah tidur? Coba konsumsi kelengkeng secara rutin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam kelengkeng dapat memengaruhi neurotransmiter yang berhubungan dengan siklus tidur.
Efek relaksasi dari buah ini dipercaya membantu individu yang mengalami insomnia tidur lebih cepat dan lebih berkualitas.
Dalam pengobatan tradisional, biji kelengkeng kering bahkan telah lama digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur.
8. Menjaga Berat Badan IdealMeski rasanya manis, kelengkeng tergolong rendah kalori, sekitar 60–71 kalori per 100 gram. Kandungan serat dan kadar airnya yang tinggi memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga bisa membantu mencegah makan berlebihan.
Sifat inilah yang membuat kelengkeng cocok dijadikan pilihan camilan sehat saat sedang menjalani program penurunan berat badan.
9. Memiliki Sifat Anti-InflamasiPolifenol dan flavonoid dalam kelengkeng dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Peradangan kronis merupakan akar dari berbagai penyakit serius, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
Dengan mengonsumsi kelengkeng secara teratur, tubuh mendapat asupan senyawa alami yang membantu memodulasi respons inflamasi.
Studi praklinis menunjukkan bahwa ekstrak kelengkeng berpotensi mengurangi penanda inflamasi pada tingkat seluler, meski penelitian klinis pada manusia masih terus dikembangkan.
10. Melancarkan PencernaanManfaat buah kelengkeng lainnya adalah melancarkan pencernaan. Kandungan serat dalam kelengkeng, baik segar maupun kering, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Serat membantu memperlancar pergerakan usus sehingga buang air besar lebih teratur dan nyaman.
Selain itu, serat juga berperan memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, yang berdampak positif pada kestabilan energi sepanjang hari.
Artikel Terkait: 10 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil dan Pertumbuhan Janin Buah Kelengkeng Bagus untuk Penyakit Apa?Kelengkeng memiliki sejumlah manfaat yang relevan untuk beberapa kondisi kesehatan tertentu.
Kandungan antioksidan, vitamin C, dan kaliumnya menjadikan buah ini berguna dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bagi penderita hipertensi ringan, asupan kalium dari kelengkeng bisa membantu menjaga tekanan darah tetap lebih stabil.
Untuk penderita anemia, kelengkeng merupakan buah yang patut dipertimbangkan. Kandungan zat besinya mendukung produksi sel darah merah, sementara vitamin C yang juga terkandung di dalamnya membantu penyerapan zat besi lebih optimal.
Kombinasi keduanya menjadikan kelengkeng sebagai buah yang cukup efektif untuk mencegah maupun membantu pemulihan anemia defisiensi besi.
Kelengkeng juga berpotensi membantu penderita stres dan gangguan kecemasan ringan. Senyawa bioaktifnya diketahui memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, yang bisa berdampak positif pada kualitas tidur dan suasana hati.
Meski bukan pengganti terapi medis, kelengkeng bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat bagi mereka yang rentan terhadap kondisi ini.
Penyakit Apa yang Tidak Boleh Makan Kelengkeng?Meski menyehatkan, kelengkeng tidak cocok untuk semua orang. Penderita diabetes perlu sangat berhati-hati. Dalam 100 gram kelengkeng terkandung sekitar 15 gram karbohidrat dan kadar gula alami yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan berpotensi memicu lonjakan gula darah yang tidak diinginkan, terutama bagi yang tidak memiliki kontrol glikemik yang baik.
Penderita penyakit ginjal kronis juga perlu membatasi konsumsi kelengkeng. Kandungan kaliumnya yang cukup tinggi bisa memberatkan kerja ginjal yang sudah terganggu kemampuannya menyaring mineral.
Kondisi serupa berlaku untuk penderita gangguan hati (liver). Fruktosa dari kelengkeng yang dikonsumsi berlebihan dapat memperberat kerja hati dalam memproses gula, apalagi bagi penderita fatty liver atau sirosis.
Ibu hamil, terutama di trimester pertama, juga disarankan untuk membatasi konsumsi kelengkeng. Secara tradisional, kelengkeng dipercaya bersifat “panas” yang bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Meski bukti ilmiah langsung masih terbatas, para ahli menyarankan agar ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar.
Apakah Boleh Makan Kelengkeng Banyak-banyak?Jawaban singkatnya: tidak disarankan. Kelengkeng memang buah yang sehat, tapi seperti halnya makanan lain, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping. Ukurannya yang kecil dan rasanya yang manis membuat banyak orang tanpa sadar mengonsumsinya dalam jumlah banyak dalam sekali duduk.
Artikel Terkait: 17 Manfaat Buah Pir untuk Ibu Hamil dan Tips Penyajiannya
Apakah Kelengkeng Kadar Gulanya Tinggi?Kelengkeng memang mengandung gula alami berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kadar gula dalam kelengkeng segar berkisar antara 17–23%, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Dalam 100 gram kelengkeng segar terkandung sekitar 15 gram karbohidrat total.
Namun, ada kabar baik. Indeks glikemik (IG) kelengkeng tergolong rendah hingga sedang, yakni sekitar 57 dengan beban glikemik 9 per 100 gram.
Artinya, kelengkeng cenderung melepaskan glukosa secara perlahan dan bertahap ke dalam darah — tidak menyebabkan lonjakan gula yang drastis seperti yang terjadi pada makanan dengan IG tinggi. Kandungan seratnya pun turut memperlambat penyerapan gula tersebut.
Jadi, bagi orang sehat, kelengkeng masih bisa dikonsumsi secara teratur dalam porsi wajar tanpa perlu khawatir berlebihan soal kadar gula.
Namun, bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang memantau kadar gula darah, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikan kelengkeng sebagai camilan rutin.
Itu dia 10 manfaat buah kelengkeng beserta panduan konsumsinya yang perlu Parents ketahui. Buah kecil ini memang kaya khasiat selama dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Jangan lupa cuci bersih sebelum dikupas, ya!
Annoralia, Y. S., et al. (2021). Khasiat dan kandungan kelengkeng sebagai tanaman obat tradisional. Jurnal Ilmu Tanaman Tropika.
Nazirah, A., et al. (2024). Karakteristik organoleptik dan kandungan gizi buah kelengkeng (Dimocarpus longan). Jurnal Ilmu Pangan Tropis
Titisari, D. (2018). Karakteristik dan variasi kadar gula pada beberapa kultivar kelengkeng. Jurnal Hortikultura Indonesia, 9(2), 88–95.
WebMD. (2023). Health benefits of longan fruit. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-longan
World Health Organization. (2020). Healthy diet: Fruit and vegetable intake recommendations. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
***
Flek Cokelat Tanda Apa? Inilah Beberapa Penyebabnya
Kenapa Perut Bagian Bawah Sakit Padahal Tidak Haid?
Bagaimana Cara Tradisional Mengatasi Anak Demam di Malam Hari?





