tvOnenews.com - Praktik pesugihan masih menjadi salah satu fenomena yang sering diperbincangkan di tengah masyarakat.
Terlebih, belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial diduga ada beberapa artis hingga tokoh penting yang kerap melakukan pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.
Pesugihan dipercaya dapat mendatangkan kekayaan secara instan melalui bantuan makhluk gaib atau perjanjian tertentu.
Namun dalam pandangan Islam, jalan semacam ini termasuk perbuatan yang dilarang karena dapat menyeret seseorang kepada kesyirikan dan menjauhkan diri dari Allah SWT.
Lalu bagaimana keadaan orang yang menjalani pesugihan ketika ajal menjemputnya?
Dalam sebuah kajian, Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS menjelaskan bahwa proses keluarnya ruh seorang mukmin sangat berbeda dengan orang yang bergelimang dalam kemaksiatan dan kesyirikan.
- Istimewa
Ustaz Abdul Somad mengutip hadis yang menjelaskan bagaimana malaikat mencabut nyawa orang-orang yang beriman dengan penuh kelembutan.
"Ruh orang baik-baik (ketika meninggal) macam air menetes di ujung daun, tak terasa. Daun tak patah, daun tak bergoyang, ranting tak ada patah, jatuh dibawa malaikat," ujar Ustaz Abdul Somad.
Menurutnya, gambaran tersebut menunjukkan betapa tenangnya seorang hamba yang meninggal dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah SWT.
Sebaliknya, orang yang hidup dalam kesesatan dan melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam akan menghadapi kondisi yang jauh berbeda saat sakaratul maut.
"Sedangkan orang yang pesugihan ini, ruhnya disentapkan malaikat. Seperti mata kail pancing dari kulit yang basah. Seperti ditebas beratus kali di tempat yang sama, macam kambing yang dikulit hidup-hidup," kata UAS.
Ia kemudian menjelaskan bahwa setelah dicabut, ruh manusia akan ditempatkan sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
"Ruh yang baik-baik letaknya Illiyyin. Ruh yang jahat-jahat letaknya Sijjin," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Somad juga menyinggung kepercayaan yang berkembang di masyarakat mengenai ruh orang meninggal yang disebut masih gentayangan atau berkeliaran di dunia.
Menurutnya, keyakinan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.




