Alibaba Gugat Dephan AS usai Masuk Daftar Hitam Pentagon

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Raksasa teknologi Alibaba mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) karena menetapkannya sebagai perusahaan yang terkait dengan militer.

Alibaba Gugat Dephan AS usai Masuk Daftar Hitam Pentagon.

IDXChannel - Raksasa teknologi Alibaba mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) karena menetapkannya sebagai perusahaan yang terkait dengan militer China.

Dilansir dari AFP pada Rabu (24/6/2025), Alibaba mengatakan bahwa pelabelan oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon itu sewenang-wenang dan tidak berdasar.

Baca Juga:
Alibaba Luncurkan Kacamata Pintar Quark AI, Apa Fungsinya?

"Penetapan tersebut tidak memiliki dasar fakta maupun hukum," kata dokumen gugatan yang diajukan Alibaba ke Pengadilan Federal San Jose.

Pentagon merilis daftar hitam baru bulan ini yang berisi 80 entitas yang dinilai membantu militer China. Daftar tersebut juga mencakup raksasa teknologi Baidu dan perusahaan kendaraan listrik BYD.

Baca Juga:
Alibaba Siapkan USD1,5 Miliar untuk Akuisisi Aplikasi Pengiriman Makanan China

"Alibaba bukanlah perusahaan militer China, dan bukan pula bagian dari strategi fusi militer-sipil apa pun," kata seorang juru bicara perusahaan kepada AFP.

"Keputusan untuk memasukkan Alibaba ke dalam daftar tersebut bersifat sewenang-wenang dan tidak berdasar dan kami mengajukan gugatan terhadap Departemen Pertahanan untuk menuntut penghapusan dari daftar tersebut," ujarnya.

Baca Juga:
BYD, Baidu, dan Alibaba Masuk Daftar Hitam Pentagon AS

Di bawah penetapan ini, terhitung mulai 30 Juni, Pentagon tidak dapat menjalin kontrak baru dengan perusahaan-perusahaan yang terdaftar atau anak perusahaan yang mereka kendalikan.

Alibaba menyatakan dalam gugatannya bahwa mereka adalah penyedia layanan e-commerce dan komputasi awan cloud yang terdaftar di bursa saham dengan basis pemegang saham yang beragam, yang didominasi oleh lembaga keuangan besar Amerika, termasuk JPMorgan, Citigroup, dan BlackRock.

China membalas daftar hitam tersebut pada Senin dengan memberlakukan kontrol ekspor terhadap 10 perusahaan AS yang terlibat dalam sektor pertahanan dan pertambangan tanah jarang. (Reporter: Sheqilla Sukma) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masyarakat Setuju DPR! Dana MBG Langsung Ditansfer ke Orang Tua Siswa
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ini tanggapan Wali Kota Jakbar soal kabel udara yang semrawut
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Gerindra Merespons Isu Budi Djiwandono Instruksikan Kader Awasi Pergerakan Gibran
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Militer Taiwan Memulai Latihan Kesiapsiagaan Tempur untuk Mengantisipasi Kemungkinan Serangan PKT
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.