Airlangga Hartarto Menilai Indonesia Tetap Menarik bagi Investor di Tengah Ketidakpastian Global

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik meskipun ketidakpastian global meningkat akibat konflik geopolitik yang membuat pasar keuangan sulit diprediksi dan investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal.

Menurut Airlangga, kawasan Indo-Pasifik masih dipandang sebagai kawasan yang aman dan menguntungkan untuk investasi di tengah gejolak global yang sedang berlangsung.

Dunia saat ini juga menantikan momentum perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dunia.

Airlangga mengungkapkan, “Perdamaian selalu membuat hasil positif terhadap global outlook, terhadap perekonomian global. Dan yang kedua juga akan memperbaiki supply chain. Jadi dua hal itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Tapi yang jelas perdamaian itu kontribusinya positif terhadap perekonomian.”

Perdamaian Global Dinilai Perkuat Prospek Ekonomi

Airlangga mengatakan perdamaian global akan mendorong membaiknya prospek perekonomian dunia sekaligus memperkuat rantai pasok global yang selama ini terdampak berbagai konflik geopolitik.

Menurutnya, perbaikan kondisi tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia yang terhubung dengan aktivitas perdagangan dan investasi global.

Ia juga menilai kepercayaan investor terhadap kawasan ASEAN tetap terjaga karena pertumbuhan ekonomi kawasan masih berada di atas 4 persen.

Stabilitas kawasan ASEAN juga didukung oleh peran sejumlah negara besar di Asia-Pasifik seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

KEK Bertumbuh dan Koordinasi Ekonomi Terus Diperkuat

Di tengah ketidakpastian global, berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia dilaporkan tetap mencatat kinerja positif dengan tingkat keterisian yang tinggi.

Beberapa KEK bahkan tengah menyiapkan ekspansi untuk mengakomodasi pergeseran rantai pasok global atau global supply chain realignment.

Untuk menjaga daya tarik investasi, pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna mempertahankan stabilitas ekonomi domestik.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui sinergi yang erat dengan Bank Indonesia.

Airlangga menilai langkah Bank Indonesia dalam menjaga daya tarik instrumen rupiah dapat membantu mengurangi tekanan capital outflow sekaligus mendukung masuknya investasi berkualitas ke Indonesia.

Ia mengungkapkan, “Kerja sama antara fiskal dan moneter ini sudah sangat baik. Karena kami juga secara reguler bertemu. Dan kita memonitor dana pihak ketiga di perbankan, penyaluran kredit, dan juga tentu likuiditas di pasar yang sangat diperlukan.”

Pemerintah secara rutin memantau dana pihak ketiga di perbankan, penyaluran kredit, serta kondisi likuiditas pasar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pasar dan investasi melalui berbagai kerja sama ekonomi internasional.

Salah satu langkah strategis yang sedang ditempuh adalah proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Keanggotaan OECD diharapkan dapat meningkatkan kualitas regulasi nasional, memperkuat kepercayaan investor, serta memperluas akses Indonesia ke pasar global yang memiliki nilai ekonomi sekitar 64 triliun dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mesir Tiba-Tiba Respons Ekspor Sawit Lewat DSI, Bilang Begini
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jejak Pelarian Taufik Hidayat, Tersangka Penyekapan, Sebelum Dicokok di Majalaya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Canda Prabowo: Panglima Ada Subiyanto, Kapolri Ada Prabowo, Susah Kalau Diganti
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Bangkit dan Rupiah Menguat, Rahmat Saleh Apresiasi Gerak Cepat Dasco
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Jatuh saat Dolar AS Tembus Level Tertinggi Setahun
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.