Jakarta (ANTARA) - Red Bull menghadirkan program pengembangan atlet muda yang resmi dibuka di Indonesia dengan menyasar peserta berusia 18-25 tahun melalui dukungan pelatihan, pendampingan, dan peningkatan peluang karir di dunia olahraga.
Chief Global Marketing Officer TCP Group Supasita Kraisri mengatakan program yang dicanangkan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung generasi baru olahraga di kawasan.
"Kratingdaeng Red Bull Next Generation mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan peluang, meningkatkan visibilitas, dan memberikan akses bagi atlet yang sedang berkembang terhadap dukungan yang dapat membantu mempercepat perjalanan mereka," kata Sipasita dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Program ini dirancang sebagai platform pengembangan dan penceritaan atlet untuk mengidentifikasi, mendukung, serta mempercepat perkembangan atlet muda berbakat di Asia Tenggara.
Di Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia menjadi dua negara pertama yang menjalankan program pengembangan ini.
Pendaftaran program dibuka pada Juni dengan fokus untuk atlet berusia 18-25 tahun dari seluruh cabang olahraga dan disiplin yang sedang berkembang dan ingin melangkah ke tahap berikutnya.
Melalui program ini diharapkan menjadi platform jangka panjang yang berfokus pada pengembangan atlet, peningkatan visibilitas, dan kemajuan karier melalui dukungan pada fase perkembangan yang dinilai penting.
Seleksi peserta tidak hanya berdasarkan hasil kompetisi, tetapi juga mempertimbangkan pola pikir, perkembangan, karakter, dan komitmen terhadap olahraga yang ditekuni.
Baca juga: Pemerintah siapkan akademi olahraga dan anggaran tahunan bagi atlet
Baca juga: Menpora: Prabowo dorong pembentukan akademi olahraga
Chief Global Marketing Officer TCP Group Supasita Kraisri mengatakan program yang dicanangkan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung generasi baru olahraga di kawasan.
"Kratingdaeng Red Bull Next Generation mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan peluang, meningkatkan visibilitas, dan memberikan akses bagi atlet yang sedang berkembang terhadap dukungan yang dapat membantu mempercepat perjalanan mereka," kata Sipasita dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Program ini dirancang sebagai platform pengembangan dan penceritaan atlet untuk mengidentifikasi, mendukung, serta mempercepat perkembangan atlet muda berbakat di Asia Tenggara.
Di Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia menjadi dua negara pertama yang menjalankan program pengembangan ini.
Pendaftaran program dibuka pada Juni dengan fokus untuk atlet berusia 18-25 tahun dari seluruh cabang olahraga dan disiplin yang sedang berkembang dan ingin melangkah ke tahap berikutnya.
Melalui program ini diharapkan menjadi platform jangka panjang yang berfokus pada pengembangan atlet, peningkatan visibilitas, dan kemajuan karier melalui dukungan pada fase perkembangan yang dinilai penting.
Seleksi peserta tidak hanya berdasarkan hasil kompetisi, tetapi juga mempertimbangkan pola pikir, perkembangan, karakter, dan komitmen terhadap olahraga yang ditekuni.
Baca juga: Pemerintah siapkan akademi olahraga dan anggaran tahunan bagi atlet
Baca juga: Menpora: Prabowo dorong pembentukan akademi olahraga





