Momen langka, Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan resolusi menyerukan diakhirinya perang terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump berang bukan main.
Seperti dilansir TRT World, Rabu (24/6/2025), Trump menyebut resolusi yang bersifat simbolis itu disahkan pada "waktu yang tidak tepat dan tidak berarti". Resolusi yang diberi nama "UU Kekuatan Perang" itu diloloskan oleh Senat AS dengan 50 suara mendukung, dan 48 suara menolak.
"Jadi saya telah membuat Iran 'terpojok', siap untuk jatuh, bersedia memberikan kita hampir apa pun, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sangat menghormati Amerika Serikat dan presidennya, SAYA, dan Senat AS memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara UU Kekuatan Perang pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti," kata Trump dalam pernyataannya via Truth Social.
"Memberitahu Sponsor Teror Nomor Satu di Dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang saya lakukan kepada mereka, dan saya harus berhenti, dan dengan melakukan hal itu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada musuh," cetus Trump.
Trump kemudian mengecam empat Senator Partai Republik yang berubah sikap untuk mendukung resolusi tersebut, bersama para Senator Partai Demokrat dalam pemungutan suara tersebut. Dia secara terang-terangan menyebut para Senator Republikan itu sebagai "pecundang".
(isa/isa)





