MoU AS-Iran, Dubes Mesir tekankan pentingnya keamanan Teluk

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy menyambut baik memorandum antara Amerika Serikat dan Iran dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Teluk.

Memorandum itu merujuk pada kesepakatan jarak jauh yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada Kamis dini hari (18/6) untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.

"Keamanan nasional GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan nasional Mesir sendiri. Sejak hari pertama, kami secara konsisten memberikan dukungan politik dan militer yang kuat kepada para mitra Teluk kami," kata Dubes Elshemy di sela-sela Resepsi Hari Nasional Republik Arab Mesir 2026 di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pejabat Mesir, Arab Saudi, Turki, dan AS bahas MoU Iran-AS

Mesir memahami pertimbangan strategis Iran, tambahnya, tetapi Mesir tetap menempatkan keamanan negara-negara tetangga di kawasan Teluk sebagai prioritas utama. Elshemy juga menegaskan komitmen berkelanjutan Mesir dalam mendukung negara-negara mitra di Teluk.

"Meskipun kami memahami logika strategis pihak Iran, kami berdiri teguh bersama saudara, saudari kami di negara-negara GCC," ucapnya.

Lebih lanjut, Elshemy menyampaikan Mesir telah terlibat secara aktif dalam penyelesaian perang Amerika Serikat dan Iran sejak hari pertama konflik. Mesir membuka jalur komunikasi tidak resmi dengan pihak Iran untuk memfasilitasi pertukaran informasi penting.

"Kami secara konsisten hadir dalam semua jalur negosiasi bersama mitra kami di Qatar dan Turki, serta dengan pihak Pakistan, Amerika, dan Iran. Mesir sepenuhnya berkomitmen untuk mempertahankan peran diplomatik yang aktif ini selama fase negosiasi 60 hari mendatang," jelasnya.

Baca juga: Pakistan dan Mesir dorong jalur diplomasi di tengah konflik AS-Iran

Nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, dengan isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui kesepakatan terpisah.

Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu itu selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah pencabutan sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya.

Pembicaraan tingkat teknis antara Amerika Serikat dan Iran akan kembali dilanjutkan pekan depan setelah jeda sementara, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan. Pembicaraan tersebut dijadwalkan berlangsung lagi di Burgenstock, Swiss.

Baca juga: Mesir berupaya bantu fasilitasi kesepakatan antara AS dan Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelempar Molotov di Koja Kabur dari Rumah, Polisi Buru ke Segala Penjuru
• 9 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Merosot 1% Usai Banyak Tanker Menuju Hormuz, Timah Anjlok 5%
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Helm Retak hingga Infus Bekas Jadi Barang Bukti Penyekapan Wanita di Bandung
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Fakta Baru! Taufik Hidayat Mengaku Aniaya Pacar saat Mabuk Miras Intisari
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemenko Pangan Tegaskan Petani Jadi Aktor Utama Transformasi Pertanian Rendah Emisi
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.