JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap para pegawai Hotel Sultan di tengah proses pengosongan kawasan tersebut.
Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui status dan posisi masing-masing pegawai sebelum langkah selanjutnya ditentukan.
BACA JUGA:Pecco Bagnaia Pisah dengan Ducati, Digantikan Pedro Acosta Untuk Musim 2027
"Sekarang sedang didata dan diverifikasi. Ya tentu akan dipilah-pilah, kan ada pegawai tetap, ada pegawai harian, kemudian mereka selama ini menjadi pegawai di bidang apa," kata Juri kepada wartawan, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, setelah proses pendataan selesai, pengelola kawasan Gelora Bung Karno akan memfasilitasi para pekerja agar tetap dapat diberdayakan sesuai kebutuhan.
"Nanti pengurus GBK-lah yang akan memfasilitasi mereka untuk bisa diberdayakan kembali," ujarnya.
Terkait proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan, Juri menyebut tahapan tersebut masih berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
BACA JUGA:Ecopolis CitraRaya Tangerang Hadirkan Beragam Kemudahan Kepemilikan Hunian hingga Akhir Juni 2026
Ia mengingatkan bahwa pengadilan sebelumnya telah memberikan tenggat waktu selama 30 hari untuk pelaksanaan pengosongan.
"Sedang proses, kan ada dikasih waktu oleh pengadilan selama 30 hari," katanya.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan eks Hotel Sultan bakal dirobohkan dan akan dikembangkan menjadi ikon baru Indonesia melalui penataan ulang secara menyeluruh yang mencakup kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan area sekitarnya.
Menurut Rosan, pengelolaan kawasan tersebut nantinya dapat melibatkan sejumlah entitas yang berada di bawah ekosistem BUMN, termasuk InJourney dan Meru, setelah seluruh proses administrasi dan penyelesaian yang menjadi kewenangan pemerintah rampung.
BACA JUGA:Brigadir Alfiani, Petugas Haji yang Gendong Lansia dan Dikejar Jemaah untuk Peluk Terima Kasih
“Kalau ini semua sudah selesai di Mensesneg, nantinya pengolahannya kita akan pakai bisa InJourney, Meru, yang sudah sangat baik. Mungkin itu rencananya,” kata Rosan kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2026.
Rosan menegaskan kawasan tersebut tidak hanya akan mempertahankan fungsi perhotelan, tetapi akan dikembangkan menjadi destinasi terpadu yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik baru bagi Indonesia.
- 1
- 2
- »





