JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Shofiyullah Cokro merespons kejadian patah tulang yang dialami oleh Kepala Bagian Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, saat melakukan pengamanan demonstrasi PMII di depan DPR pada Senin (22/6/2026).
Shofi menyoroti soal pria berkaus putih yang tertangkap kamera menabrak AKBP Adri hingga terjatuh.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sahabat-sahabat PMII, juga dengan korlap wilayah untuk mengidentifikasi orang tersebut," ujarnya saat dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Patah Kaki Saat Amankan Demo di DPR, Perwira Polisi AKBP Adri Jalani Operasi Besar
"Karena dia tidak memakai atribut sama sekali, belum diketahui dari mana asalnya. Apakah dari PMII atau oknum yang melakukan provokasi, kita belum tahu," lanjut Shofi.
Jika nantinya ditemukan bahwa pria berkaus putih memang benar anggota PMII, maka akan dimintai keterangan dan dievaluasi.
Meski begitu, Shofi juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian sebelum insiden AKBP Adrie terjatuh.
Baca juga: AKBP Adri Patah Kaki Saat Amankan Demo di DPR, Sempat Jatuh Dua Kali
Sebab berdasarkan koordinasi dengan tim di lapangan saat kejadian, awalnya polisi yang disebut terlebih dulu melakukan tindakan yang memancing emosi massa.
"Kita kan berangkat aksi pukul 15.00 WIB, lalu kita aksi. Aksi sendiri kita akhiri jam 17.00 WIB. Lima menit sebelum ditutup, kita ada aksi simbolis," ujar Shofi.
"Yakni membakar keranda dan disusul pembacaan pernyataan tuntutan," lanjutnya.
Saat aksi simbolik bakar keranda itulah, aparat kepolisian menyemprotkan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) ke arah api.
Baca juga: Kronologi Perwira Polisi AKBP Adri Patah Kaki Saat Amankan Demo di DPR
Namun, di dekat titik yang disemprot ada kader-kader PMII perempuan yang sedang duduk.
"Di deket tengah-tengah situ banyak kader perempuan PMII yang duduk-duduk. Lalu disemprot APAR. Kita ada videonya," tutur Shofi.
"Itu jelas memancing situasi dan emosinya kader-kader. Selain itu kan sebenarnya ada SOP untuk penanganan pemadaman api," lanjutnya.
Baca juga: Perwira Polisi AKBP Adri Patah Kaki Saat Amankan Demo Mahasiswa di DPR
Ia mencontohkan, jika ada kobaran api kecil, maka sebelum memadamkan ada pemberitahuan terlebih dulu.
Sementara itu, pada Senin lalu polisi langsung menyemprot APAR tanpa membuka dialog.





