Trump Merasa Dikhianati Partainya Sendiri di Amerika: Mereka Justru Mempersulit Pekerjaan Saya

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahan setelah senat meloloskan resolusi yang menyerukan penghentian permusuhan terhadap Iran. Ia menyoroti bagaimana resolusi tersebut turut didukung oleh sejumlah kolega dari Partai Republik.

Trump secara terbuka menyebut sejumlah koleganya sebagai "pecundang" karena memilih bergabung dengan senator partai oposisi dalam pemungutan suara yang dianggapnya merugikan posisinya dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Amerika Tak Patahkan Semangat Iran di Piala Dunia: Kami Datang dengan Bangga, Pulang dengan Martabat

"Empat pecundang Partai Republik memilih bersama Demokrat," ungkapnya dikutip Kamis (25/6).

Kemarahan Trump diarahkan kepada empat senator dari Partai Republik. Keempat senator memilih untung mendukung Undang-Undang Kekuatan Perang. Mereka adalah Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul.

Senat sebelumnya mengesahkan resolusi dengan perolehan 50 suara mendukung dan 48 suara menolak. Dengan perolehan tersebut, mereka sukses meloloskan Undang-Undang Kekuatan Perang.

Resolusi tersebut menginstruksikan presiden untuk menghentikan keterlibatan militer terhadap Iran. Trump dengan hal itu hanya bisa melanjutkan perang jika mendapat persetujuan resmi dari Kongres.

Meski demikian, dampak hukumnya sendiri diperkirakan akan tebatas menyusul adanya gencatan senjata hingga tengah berlangsungnya negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat.

Namun pengesahan resolusi itu sendiri menjadi sinyal politik penting. Langkah tersebut tercatat sebagai penolakan simbolis paling kuat dari kongres terhadap kebijakan perang yang dilakukan oleh Trump. Diketahui, sembilan upaya serupa sebelumnya gagal memperoleh dukungan mayoritas.

Baca Juga: Netanyahu Dikecam Elite Israel, Operasi Penyelundupan Puluhan Ribu Starlink Gagal Hancurkan Iran

Bagi Trump, dukungan empat senator Republik terhadap resolusi tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat politik, melainkan bentuk pengkhianatan dari kubunya sendiri di tengah upaya mempertahankan tekanan terhadap Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yogyakarta Diimbangi Semarang, Gagal Perpanjang Tren Positif di MLSC All-Stars
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Tiongkok Desak Kerja Sama BRICS dalam Penanganan Ebola
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Energi Mahal, Industri Kehilangan Daya
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Terkait Penggeledahan di PN Jaksel
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Punya Layar AMOLED 120Hz dan Fast Charging 80W, Apakah vivo Y100 5G Masih Oke di 2026?
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.