Bisnis.com, JAKARTA — Peta persaingan industri pergadaian kian dinamis setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha pergadaian skala nasional kepada perusahaan yang sebelumnya hanya beroperasi di tingkat provinsi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha gadai untuk memperkuat strategi bisnis guna menarik nasabah dan memperluas pangsa pasar.
Sebelumnya, OJK resmi memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Gadai Sakti Jakarta dan PT Gadai Mas Nusantara.
Persetujuan kepada PT Gadai Sakti Jakarta diberikan melalui Surat OJK Nomor S-43/PL.02/2026 tanggal 7 Mei 2026. Sebelum itu, OJK juga telah memberikan persetujuan kepada PT Gadai Mas Nusantara yang berkedudukan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk PT Gadai Mas Nusantara, ada tujuh entitas Gadai Mas yang bergabung (merger) ke dalam PT Gadai Mas Nusantara.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah mengatakan dengan persetujuan itu, PT Gadai Sakti Jakarta dan PT Gadai Mas Nusantara dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Republik Indonesia.
“Dengan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
OJK, katanya, berharap perluasan lingkup wilayah usaha ini dapat meningkatkan kapasitas usaha kedua perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga
- Likuiditas Perbankan RI Tetap Solid hingga Kuartal II/2026, OJK Ungkap Risikonya
- OJK: Merger Jadi Salah Satu Opsi Pemenuhan Free Float Bank
- OJK Dorong Konsolidasi KBMI I, Merger Bukan Lagi Sekadar Wacana
“Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri pergadaian melalui peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” tegas Agus.
Untuk diketahui, OJK mencatat penyaluran pinjaman industri pergadaian meningkat 56,80% (year on year/YoY) menjadi Rp157,20 triliun pada April 2026. Proporsi penyaluran pinjaman terbesar adalah PT Pegadaian konvensional yaitu Rp130,24 triliun atau 82,85% dari total penyaluran pinjaman industri pergadaian.
Adapun, sumber pendanaan pergadaian periode April 2026 mencapai Rp123,31 triliun meningkat 73,07 persen YoY. Sumber pendanaan Perusahaan Pergadaian berasal dari pinjaman yang diterima Rp105,39 triliun (85,46%) dan Surat Berharga Yang Diterbitkan sebesar Rp17,93 triliun (14,54%).
Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menilai dengan kondisi adanya perusahaan gadai berizin nasional itu membuat peta persaingan industri pergadaian ke depannya akan semakin ketat.
“Namun, persaingan yang sehat tentu yang bisa membuat konsumen atau pengguna jasa gadai diuntungkan, akan memperoleh bunga yang rendah dan layanan yang semakin baik,” kata Sekretaris Umum PPGI, Holilur Rohman kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Holilur optimistis bahwa perusahaan gadai itu mampu bersaing di tengah dominasi PT Pegadaian (Persero), meski pangsa pasar yang diambil hanya sekian persen dan segmen yang berbeda.
Cara Gaet Nasabah GadaiHolilur melanjutkan, untuk memperkuat daya saing dan memperluas pangsa pasar, perusahaan gadai dapat mendirikan outlet di tempat yang tepat, menghadirkan harga yang bersaing, dan layanan yang baik serta transparan.
“Adapun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah fluktuasi harga emas, nilai tukar karena akan berpengaruh pada harga barang-barang elektronik yang menjadi jaminan. Perusahaan gadai harus rajin update kedua hal tersebut day to day untuk menetapkan nilai taksiran barang jaminan,” tegasnya.
Sementara itu, PT Budi Gadai Indonesia memandang bertambahnya perusahaan gadai berskala nasional sebagai tantangan sekaligus peluang. Pasalnya, perusahaan meyakini pasar gadai masih terbuka luas dan persaingan akan semakin sehat.
Sebab itu, Direktur Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring berujar bertambahnya perusahaan gadai yang berizin dan berskala nasional, perusahaannya tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman utama.
“Untuk mempertahankan daya saing, perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas layanan, proses gadai yang lebih humanis, penguatan jaringan cabang, serta rencana ekspansi cabang secara bertahap menuju skala nasional,” bebernya kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Adapun, lanjut Budi, tantangan yang perlu diwaspadai industri pergadaian pada tahun ini adalah fluktuasi harga emas karena penurunan harga emas memengaruhi nilai taksiran, risiko tata kelola dan kepatuhan, serta dinamika ekonomi dan suku bunga.
Sependapat, PT Gadai ValueMax Indonesia berpandangan tantangan industri pergadaian tahun ini antara lain kondisi ekonomi yang masih dinamis serta pergerakan suku bunga, perubahan daya beli masyarakat, persaingan yang semakin meningkat, serta kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekspektasi nasabah.
Menghadapi hal itu, Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengemukakan perusahaan terus memperkuat fundamental perusahaan. Mulai dari pengelolaan risiko, kualitas sumber daya manusia, inovasi layanan, hingga menjaga kedekatan dengan nasabah.
“Fokus kami adalah membangun PT Gadai ValueMax Indonesia menjadi perusahaan gadai yang terpercaya, dekat dengan masyarakat, dan memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat dan relevan bagi kebutuhan nasabah,” tegasnya kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Untuk tetap memperkuat daya saing, Gadai ValueMax Indonesia terus fokus pada beberapa hal utama seperti meningkatkan kualitas layanan cabang, memperkuat proses operasional, meningkatkan customer experience, serta memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih mudah dan nyaman bagi nasabah.
“Selain itu, kami juga terus melakukan pengembangan jaringan secara terukur untuk semua cabang kami dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio pembiayaan dan prinsip kehati-hatian,” beber Brian.
Semakin KompetitifOleh karena itu, Brian melihat perkembangan industri pergadaian ke depan akan sekami kompetitif, terutama dengan semakin banyaknya perusahaan yang memperluas cakupan wilayah usaha.
Dia menyebut bahwa hal ini adalah hal yang positif karena menunjukkan industri pergadaian semakin dipercaya dan memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Bahkan, perusahaannya pun merencanakan ekspansi cabang walaupun secara terencana dan tidak sporadis.
“Bagi kami, persaingan bukan hanya mengenai jumlah cabang atau skala usaha, tetapi bagaimana setiap perusahaan dapat memberikan nilai tambah kepada nasabah melalui layanan yang cepat, aman, nyaman, transparan, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat,” sebut Brian.
Adapun, PT Indonesia Gadai Oke melihat perkembangan ini adalah sinyal positif bagi industri pergadaian nasional. Dengan adanya perusahaan yang memperoleh izin perluasan wilayah usaha menjadi nasional, tingkat kompetisi tentu akan meningkat.
Kami memandang persaingan tersebut akan mendorong seluruh pelaku industri untuk meningkatkan kualitas layanan, inovasi produk, serta tata kelola perusahaan yang lebih baik,” ucap Direktur Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Untuk tetap dapat memperkuat daya saing, Danioko membeberkan lima cara yang dilakukan perusahaan. Pertama, transformasi digital, dengan cara mengembangkan aplikasi dan layanan online untuk mempermudah proses pengajuan, pembayaran, dan pemantauan pinjaman.
Kedua, meningkatkan kualitas layanan, dengan mempercepat proses pencairan dana dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Ketiga, diversifikasi produk sehingga tidak hanya fokus pada gadai emas, tetapi juga memperluas pembiayaan berbasis aset bergerak lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keempat, ekspansi jaringan dan kemitraan, baik melalui pembukaan cabang baru di lokasi strategis. Kelima, menguatkan manajemen risiko, guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan serta memastikan pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami optimistis industri pergadaian masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, aman, dan mudah akan tetap tinggi. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, menjaga kualitas layanan, serta menerapkan tata kelola yang baik akan memiliki peluang besar untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tutup Danioko.





