Jakarta, tvOnenews.com - Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK), Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang senilai Rp20 juta dalam aksi unjuk ras beberapa waktu turut menyorot perhatian publik.
Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK) turut menyayangkan peristiwa penerimaan uang tersebut.
Kornas FAM UBK, Romario Simbolon mengatakaan peristiwa tersebut turut dibuntuti narasi hingga mengaitkannya terhadap Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Ia menekankan jika informasi tersebut tak memiliki dasar dan minimnya pembuktian hingga finilai miliki unsur tuduhan semata.
"FAM UBK menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi merusak ekosistem demokrasi dan mencederai marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual," kata Romariao kepada awak media, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Di sisi lain, Romario menagku pihaknya menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap dijaga sebagai ruang intelektual yang independen, tidak mudah dipolitisasi, dan tidak dijadikan objek tarik-menarik kepentingan politik oleh elit partai politik.
Ia mendorong agar setiap respons publik ditempatkan secara proporsional, tidak reaktif, serta tidak menjadikan isu yang belum terverifikasi sebagai instrumen politik dalam membentuk opini.
"FAM UBK menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang berdiri di atas fondasi kebenaran, ilmu pengetahuan, dan tanggungjawab sosial," pungkasnya.(raa)




