Sekali Lagi Prabowo Sentil Mereka yang Tolak MBG

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menegaskan isu kelaparan dan perbaikan gizi menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diselesaikan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Dia sempat teralihkan oleh sekelompok orang yang membentangkan kain bertulisan 'Lanjutkan MBG'.

"Sabar dulu, ya. Aku harus, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu, ya," kata Prabowo melihat ke arah kelompok tersebut.

Prabowo kemudian menyinggung pihak-pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan program MBG. Dia meminta kelompok tersebut agar menanyakan pendapatnya kepada kalangan petani dan nelayan serta anak-anak.

Baca juga: Video: Komisi X DPR Usul Gaji Guru Layaknya Minimal Rp 5 Juta

"Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" ujar Prabowo.

Sindir Intelektual Gagap Lihat Masalah

Prabowo menyindir kelompok intelektual yang menyebut ada hal lain yang lebih genting ketimbang permasalahan kelaparan. Dia tidak setuju dengan pandangan itu.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati," katanya.

Prabowo merujuk pada data PBB yang memprediksi masalah kelaparan dunia akan terjadi. Di sisi lain, lanjut Prabowo, Indonesia justru berhasil melakukan ekspor pangan.

Baca juga: Daftar Barang Rampasan Kasus Noel dkk Dilelang KPK: Velg Porsche hingga Ducati

"Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi jadi 500 juta, ya? 700 juta. FAO memberi warning. Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor," katanya.




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakom: Siswa SMA Unggul Garuda masuk universitas top naik 150 persen
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Wamendagri Bima Arya Ungkap Tiga Fondasi Utama Calon Pemimpin Daerah
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Luhut Ungkap Penyebab Kemiskinan Naik Meski Ekonomi Tumbuh
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
SPBU Ogah-ogahan Turunkan Harga Bensin, Investigasi Akan Segera Dilakukan oleh Amerika
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dari Jakarta ke Vietnam, Destinasi Wisata Kian Terhubung
• 9 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.