Singapura Tarik Dana Global Rp 5.000 T, RI Ingin Kejar Lewat Pembentukan IFC

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia ingin meningkatkan daya tarik terhadap arus modal global melalui pembentukan International Financial Center (IFC).

Ia berpandangan langkah tersebut diperlukan agar Indonesia dapat meniru keberhasilan negara-negara yang telah menjadi pusat keuangan internasional, seperti Singapura dan Uni Emirat Arab.

Airlangga menjelaskan, investasi yang masuk ke Indonesia melalui skema konvensional hanya mencapai sekitar Rp 2.200 triliun per tahun. Angka tersebut masih jauh di bawah dana yang berhasil dihimpun Singapura melalui statusnya sebagai pusat keuangan global.

“Kalau kita sekarang dengan investasi tradisional sekitar Rp 2.200 triliun. Tapi bandingkan dengan negara Singapura, mereka bisa menarik investasi terkait financial center mereka Rp 5.000 triliun,” kata Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).

Airlangga menjelaskan, dana yang masuk ke Singapura tidak seluruhnya diinvestasikan di negara tersebut, melainkan terlebih dahulu ditampung sebelum disalurkan ke berbagai negara tujuan investasi.

“Rp 5.000 triliun itu jadi dana masuk ke Singapura dulu baru disebar. Nah, sedangkan potensi investasi di Indonesia kan besar,” kata dia.

Selain Singapura, Airlangga juga menyinggung keberhasilan Dubai dalam mengembangkan pusat keuangan internasional. Ia menyebut Dubai International Financial Centre (DIFC) saat ini mengelola aset dalam jumlah sangat besar.

“Dubai Financial Center juga yang kami bicara, mereka itu sekitar US$ 800 miliar. Jadi kita harus menarik global picture-nya,” kata dia.

Karena itu, pemerintah menilai Indonesia perlu memiliki pusat keuangan internasional sendiri untuk meningkatkan daya saing dalam memperebutkan arus modal global yang selama ini terkonsentrasi di sejumlah pusat keuangan dunia.

“Di dunia kan terbatas financial center, hanya Singapura, Dubai, Hong Kong, kemudian bagian di Amerika,” katanya.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan kerangka hukum untuk pembentukan IFC yang rencananya berlokasi di Bali. Airlangga mengatakan penyusunan regulasi masih menjadi fokus utama sebelum pembentukan struktur kelembagaan dan aturan teknis lainnya.

“Ya kita bentuk undang-undangnya dulu habis itu baru kita atur teknisnya,” kata Airlangga.

Airlangga memastikan lokasi pengembangan IFC sementara tetap difokuskan di Pulau Bali. Menurut dia, terdapat kemungkinan lebih dari satu titik kawasan yang akan disiapkan sebagai pusat keuangan internasional di pulau tersebut.

“Kita siapkan di Bali. Sementara di Bali, tapi di Bali bisa dua atau tiga titik,” kata Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Cecar Eks Pejabat Kemenag Hilman Latief soal Inisiatif Pembagian Kuota Haji
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Gelombang Drone Rusia Hantam Ukraina
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Misteri Kematian ASN Bangkalan, Keluarga Duga Jenazah Sengaja Dibuang di Parkiran Bandara
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Pegadaian CPS Pondok Aren-Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Duafa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hyundai Kona hingga Honda CR-V Sitaan Kasus Taspen Akan Dilelang KPK
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.