Alarm Keras dari Meninggalnya Calon Pengelola Kopdes: Jangan Sampai Ada Korban Lagi

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota DPR mengingatkan agar jangan ada lagi korban meninggal saat mengikuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hingga kini, Kementerian Pertahanan mencatat, total 3 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan meninggal dunia dalam proses rekrutmen tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendorong adanya langkah evaluasi menyeluruh, khususnya dalam aspek kesehatan peserta.

"Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Baca juga: Ini Penyebab 3 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil

Politikus PDI-P itu juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya calon pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan dalam proses Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Hasanuddin mendorong materi dalam proses latsarmil bagi calon pengelola Kopdes sebaiknya diubah agar tidak terlalu militeristik.

"Ya mungkin materinya sajalah, ya. Materinya saja, kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya dikurangi," ucap Hasanuddin.

Menurut dia, tujuan Latsarmil bagi SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan tersebut sangat bagus dan tidak perlu dihentikan.

Baca juga: Dua Peserta SPPI Meninggal, Pakar UGM Minta Latsarmil KDMP Dievaluasi

Hanya saja, ia mendorong agar lebih mengutamakan pelatihan manajemen koperasi.

"Kalau dihentikan saya kira tujuannya baik ya, melatih mereka menjadi manajer di sebuah koperasi desa," ucap Hasanuddin.

Selain itu, evaluasi terhadap latsarmil ini juga perlu mencakup soal pemeriksaan kesehatan hingga kesiapan para peserta.

"Menurut hemat saya harus dievaluasi, terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu, ya, harus dicek kesehatannya dengan baik sehingga mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dalam suasana yang panas sekalipun," ujar dia.

Perkuat tata kelola

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi VI DPR Imas Aan Ubudiyah, yang mendorong adanya evaluasi dalam skema rekrutmen calon pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan tersebut.

Gugurnya tiga korban harus menjadi pelajaran untuk ke depannya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jangan sampai tujuan ingin mencetak manajer koperasi yang tangguh malah mengabaikan aspek keselamatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Buka-Bukaan Masa Kejayaan Lifting Minyak RI
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Allo Bank (BBHI) Gelar RUPS Besok (25/6), Simak Agenda Lengkapnya!
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Truk Hantam Halte TransJakarta Tebet Eco Park, Sopir Kabur
• 18 menit laluliputan6.com
thumb
MER-C Identifikasi Kebutuhan Mendesak RS Jabal Amel Usai Serangan Israel
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis Drama Korea Love in Sync, Kisah Cinta Konselor Kelebihan Empati dan Aktris Berhati Dingin
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.