Bursa saham Asia bergerak beragam pada Kamis (25/6/2026). Penguatan tajam indeks Jepang dan Korea Selatan menopang pasar regional.
IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak beragam pada Kamis (25/6/2026). Penguatan tajam indeks Jepang dan Korea Selatan menopang pasar regional, sementara sejumlah bursa utama China dan Australia masih berada di zona merah.
Pasar Jepang menjadi salah satu penguat terbesar di kawasan. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,75 persen atau 1.902,38 poin ke level 71.077,35 setelah sempat menyentuh posisi tertinggi 71.219,00. Kenaikan ini membalikkan pelemahan dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.
Mengutip dpa-AFX, penguatan Nikkei ditopang oleh hampir seluruh sektor, terutama saham berkapitalisasi besar dan emiten teknologi.
Optimisme baru terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI) kembali mendorong minat investor terhadap saham-saham teknologi.
Sentimen positif juga merambat ke Korea Selatan. Indeks KOSPI naik 5,27 persen ke 8.913, melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya.
Lonjakan tersebut didorong oleh reli saham semikonduktor seiring meningkatnya ekspektasi terhadap permintaan chip untuk kebutuhan AI.
Saham raksasa chip Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK hynix, masing-masing menguat hampir 5 persen dan 8 persen.
Kenaikan saham SK hynix turut mendapat katalis dari rencana perusahaan menghimpun dana hingga 45,5 triliun won Korea melalui pencatatan American Depositary Receipt (ADR) di Nasdaq untuk memperluas kapasitas produksi chip AI dan investasi terkait.
Sentimen pasar Asia juga terbantu oleh membaiknya kondisi pelayaran di Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi dan meningkatkan selera risiko di pasar regional.
Di kawasan Asia Tenggara, indeks Straits Times Index Singapura naik tipis 0,15 persen. Sementara itu, indeks CSI 300 China menguat 0,68 persen.
Namun, pergerakan positif belum merata. Indeks Shanghai Composite terkoreksi 0,18 persen, sedangkan indeks Hang Seng Index Hong Kong turun 1,43 persen. Bursa Australia juga melemah, dengan indeks S&P/ASX 200 berkurang 0,35 persen.
Pergerakan bursa Asia mengikuti Wall Street yang berakhir campuran pada perdagangan Rabu (24/6).
Bursa saham Amerika Serikat (AS) sempat menguat di awal perdagangan, tetapi kehilangan momentum pada paruh kedua sesi akibat aksi ambil untung investor.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga kembali muncul setelah data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda.
Indeks Dow Jones Industrial Average tetap menguat 182,06 poin atau 0,35 persen menjadi 51.848,90.
Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun 110,40 poin atau 0,43 persen ke 25.476,63, sementara indeks S&P 500 melemah tipis 7,24 poin atau 0,10 persen ke level 7.358,22. (Aldo Fernando)





