PMJ Minta Ketua BEM FH UBK Bongkar Sosok Polisi Pemberi Uang Rp20 Juta: Harus Spesifik, Dinas di Mana?

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Metro Jaya minta Muhammad Abdi Maludin membongkar sosok polisi yang diklaim memberi uang Rp20 Juta agar memindahkan lokasi demonstrasi dari Istana ke DPR.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) itu mengaku diberi uang Rp 20 juta oleh oknum polisi bernama AAN usai aksi demonstrasi di Jakarta pekan lalu.

BACA JUGA:PDIP Minta Publik Tak Generalisasi Mahasiswa Usai Kasus Ketua BEM UBK

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa tudingan itu tak berdasar. Jika benar demikian, Kombes Budi meminta Abdi menjelaskan sosok identitas oknum polisi yang dimaksud.

"Polisi yang dimaksud dinas di mana dan spesifik?" kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 24 Juni 2026. 

Kombes Budi menambahkan, bahwa informasi yang beredar di masyarakat harus dipastikan kebenarannya. Hal ini agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran dan tudingan sepihak. 

"Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi benar polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi, kan," ujarnya.

BACA JUGA:Bertambah Satu, Peserta Meninggal saat Latsarmil Kopdes-KNPM Jadi 3 Orang!

Budi menegaskan penyebutan institusi kepolisian tidak bisa dilakukan secara umum tanpa identitas yang jelas. Sebab, ada ratusan ribu anggota Polri aktif yang tersebar di puluhan Polda dan ratusan Polres. 

"Polisi yang mana? Polisi itu ada 400 ribu personel, 36 polda dan 480 polres," katanya.

Sebelumnya, Abdi Maludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari seseorang yang disebut berasal dari pihak kepolisian.

Alasan pemberian itu untuk pengkondisian lokasi demo supaya mahasiswa UBK memindahkan aksinya ke DPR yang sebelumnya akan berdemo di Istana Negara. 

Klaim itu disampaikan saat Abdi didesak dalam forum klarifikasi yang digelar BEM UBK dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) UBK di Kampus Kimia UBK, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026 malam. 

Dalam forum klarifikasi itu, Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta agar tidak menggelar aksi di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta.

"Uang itu dikasih sama mereka pihak kepolisian untuk tidak turun aksi di Istana. Akan tetapi kita tetap turun," ujar Abdimaludin.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Akui Hanya Indonesia Polri Urus Pertanian dan TNI Sering ke Sawah
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa M6,8 Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Timnas Futsal U-17 tak Berkutik Dibantai Spanyol
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB: Ribuan Warga Terdampak
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Berkah Muharram Maxi Store, Hadirkan Cashback Hingga Rp24 Juta dan Diskon Besar-Besaran
• 51 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.