Ricky Pratama Pulang Kampung, Tinggalkan PSM Makassar dan Gabung Persebaya Surabaya karena Faktor Bernardo Tavares

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ada satu sosok yang ternyata berperan besar di balik keputusan Ricky Pratama pulang kampung. Bukan sekadar kesempatan bermain, tetapi juga faktor kepercayaan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.

Ketika Persebaya Surabaya datang membawa proyek baru, Ricky tak membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan. Nama Bernardo Tavares menjadi salah satu alasan utama yang membuat winger berusia 23 tahun itu mantap meninggalkan PSM Makassar.

Persebaya Surabaya resmi mengamankan jasa Ricky Pratama untuk menghadapi musim baru. Pemain kelahiran Sidoarjo tersebut dikontrak dalam jangka panjang dan diharapkan mampu menambah kekuatan Green Force di sektor sayap.

Bagi Ricky, kepindahan ini memiliki makna lebih dari sekadar transfer biasa. Selain berkesempatan membela klub dari kota kelahirannya, ia juga kembali dipertemukan dengan pelatih yang dianggap berjasa besar dalam perjalanan karier profesionalnya.

Ricky mengungkapkan bahwa keberadaan Bernardo Tavares menjadi salah satu pertimbangan terkuat saat memutuskan menerima pinangan Persebaya.

“Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan saya. Beliau adalah pelatih yang pertama kali memberi kesempatan kepada saya untuk bermain di level senior,” ujar Ricky, dikutip Kamis (25/6/2026).

Hubungan keduanya memang telah terjalin sejak masih bersama PSM Makassar. Saat itu, Tavares menjadi sosok yang membuka jalan bagi Ricky untuk menembus tim utama dan merasakan atmosfer sepak bola profesional.

Kepercayaan tersebut kemudian berkembang menjadi fondasi penting dalam karier sang pemain. Di bawah arahan pelatih asal Portugal itu, Ricky merasa kemampuannya mengalami peningkatan signifikan hingga akhirnya mampu menembus tim nasional Indonesia.

“Saya banyak berkembang di bawah arahan beliau, mulai dari proses menembus tim utama hingga akhirnya bisa menjadi pemain tim nasional,” lanjutnya.

Kini, kerja sama yang sempat terjalin di Makassar akan kembali berlanjut di Surabaya. Situasi itu membuat Ricky tidak perlu beradaptasi terlalu lama dengan filosofi permainan yang diterapkan Tavares karena sudah memahami tuntutan dan karakter kepelatihannya.

Meski usianya baru 23 tahun, Ricky bukan wajah baru di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Berdasarkan catatan Transfermarkt, ia telah mengoleksi 79 penampilan di kompetisi liga nasional dengan sumbangan satu gol dan delapan assist dari total 2.787 menit bermain.

Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode terbaik dalam kariernya. Saat itu Ricky tampil dalam 32 pertandingan Super League dan menyumbang empat assist. Ia juga mencatatkan menit bermain terbanyak sepanjang karier profesionalnya dengan total 1.324 menit.

Pada musim berikutnya, kesempatan bermain memang tidak sebanyak sebelumnya. Ricky hanya tampil dalam 12 pertandingan dengan catatan satu assist dari 461 menit bermain. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi keyakinan Persebaya terhadap potensinya.

Pengalaman Ricky juga tidak hanya terbatas di level klub. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia, mulai dari U-19, U-22, hingga U-23.

Debutnya bersama Timnas Indonesia U-23 tercatat berlangsung pada 3 September 2025. Sejak saat itu, Ricky mengumpulkan empat penampilan bersama skuad Garuda Muda. Ia juga sempat tampil satu kali untuk Timnas Indonesia U-22 dan pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19.

Tavares Pahami Kualitas Pemain

Sementara itu, Bernardo Tavares mengaku sudah sangat memahami kualitas yang dimiliki pemain barunya tersebut. Pengalaman bekerja bersama sebelumnya membuatnya tidak ragu memberikan kesempatan kedua kepada Ricky.

Menurut Tavares, salah satu nilai lebih yang dimiliki Ricky adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi berbeda di lini depan.

“Ricky merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Coach Tavares.

Kemampuan tersebut memungkinkan Ricky dimainkan sebagai winger kanan, winger kiri, maupun pemain pendukung penyerang. Fleksibilitas seperti ini menjadi aset penting bagi Persebaya yang akan menghadapi kompetisi panjang sepanjang musim.

Selain berpengalaman di kompetisi domestik, Ricky juga pernah merasakan atmosfer pertandingan internasional. Ia tercatat tampil dalam 12 laga regional dan Asia, termasuk AFC Cup serta ASEAN Club Championship.

Dari seluruh penampilan internasional tersebut, Ricky menyumbangkan satu assist dengan total 330 menit bermain. Pengalaman itu dinilai menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan besar bersama salah satu klub paling populer di Indonesia.

Meski demikian, Tavares menegaskan bahwa peluang yang diberikan harus dibalas dengan kerja keras. Ia berharap Ricky mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembalikan performa terbaiknya setelah musim lalu belum berjalan sesuai ekspektasi.

“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” tegas Coach Tavares.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa persaingan di skuad Green Force tidak akan mudah. Status sebagai rekrutan baru bukan jaminan untuk langsung mendapatkan tempat utama.

Ricky sendiri menyadari tantangan yang menantinya. Bermain di hadapan publik kota kelahiran justru menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kualitas yang selama ini dimilikinya.

“Target pribadi saya di musim baru nanti adalah mendapatkan lebih banyak menit bermain, berkontribusi maksimal untuk Persebaya, dan memperbaiki performa yang musim lalu belum sesuai dengan harapan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa memberikan dampak positif bagi tim,” tandasnya.

Dengan usia yang masih relatif muda, pengalaman bersama tim nasional, serta hubungan yang sudah terbangun dengan Bernardo Tavares, Ricky Pratama memiliki peluang besar untuk berkembang bersama Persebaya Surabaya.

Kini semua mata tertuju pada bagaimana ia menjawab tantangan tersebut di lapangan dan membantu Green Force mewujudkan ambisi besar pada musim mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Depresi, Pria di Lampung Nekat Panjat Tower 52 Meter
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Brasil Bungkam Skotlandia 3-0, Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Heboh Emak-Emak Diviralkan Nyopet di Dalam Transjakarta, Begini Faktanya
• 9 jam laluokezone.com
thumb
PLN Minta Maaf ke Pemkot Probolinggo usai Pemadaman Listrik Bergilir Dua Pekan
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Pelatih kecewa Skotlandia beri "hadiah" gol kepada Brasil
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.