Dengan rasio satu HDR mewakili 10 saham EMAS, harga tersebut setara sekitar Rp6.118 per saham.
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana pencatatan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di Bursa Efek Hong Kong.
Harga maksimum penawaran HDR ditetapkan sebesar HKD26,6 per HDR. Dengan rasio satu HDR mewakili 10 saham EMAS, harga tersebut setara sekitar Rp6.118 per saham.
Perseroan menjelaskan, harga penawaran HDR tersebut mencerminkan diskon sekitar 10 persen dibandingkan harga saham EMAS di BEI pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, harga tersebut masih berada pada level premium sekitar 112 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) EMAS pada September 2025 yang sebesar Rp2.880 per saham.
Dalam aksi korporasi ini, EMAS menawarkan sebanyak 89,7 juta HDR kepada investor di Hong Kong. Setiap HDR merepresentasikan kepemilikan atas 10 saham biasa perseroan.
Manajemen menegaskan, seluruh saham yang menjadi dasar penerbitan HDR berasal dari penjualan saham milik para pemegang saham eksisting. Dengan demikian, tidak terdapat penerbitan saham baru maupun aksi penambahan modal oleh perseroan.
“Underlying HDR seluruhnya berasal dari penjualan saham pemegang saham yang ada, sehingga perseroan tidak menerima hasil dana dari penawaran HDR tersebut,” tulis manajemen dalam klarifikasi di keterbukaan informasi, Rabu (24/6/2026).
EMAS juga mengungkapkan minat investor terhadap penawaran tersebut cukup tinggi. Sekitar 50 persen dari total HDR yang ditawarkan telah diamankan oleh investor jangkar (cornerstone investors), yang terdiri dari Glencore, Trafigura, Mercuria, Ping An, dan ORIX.
Adapun transaksi ini melibatkan 12 pemegang saham penjual yang secara kolektif menguasai sekitar 18,8 persen saham EMAS. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,1 persen saham dilepas melalui mekanisme HDR.
Meski sebagian saham berpindah ke pasar Hong Kong, perseroan menilai dampaknya terhadap valuasi secara keseluruhan relatif terbatas. Hal ini karena sekitar 94 persen saham EMAS masih tetap tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan harga penawaran HDR, kapitalisasi pasar EMAS saat pencatatan di Hong Kong diperkirakan mencapai sekitar HKD44,4 miliar atau setara Rp102,2 triliun. Nilai tersebut hampir setara dengan kapitalisasi pasar EMAS di BEI yang saat ini berada di kisaran Rp101,6 triliun.
(DESI ANGRIANI)





