Berdasarkan data pergerakan pasar Investing terbaru, mata uang rupiah tercatat turun 0,12% atau 22,1 poin ke posisi Rp17.957,1 per dolar AS. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang relatif stagnan di level 101,347.
Baca juga: Dolar AS Tembus Rp17.851, Laju Rupiah Kembali Tertekan di Awal Perdagangan
Tekanan terhadap rupiah juga datang dari Ringgit Malaysia (MYR). Mata uang negeri jiran tersebut menguat 0,46% atau 19,81 poin terhadap rupiah hingga berada di level Rp4.362,40.
Di sisi lain, rupiah mencatat penguatan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Mata uang Euro melemah 0,19% terhadap rupiah ke posisi Rp20.376,0, sementara Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap rupiah yakni 0,50% ke level Rp11,5910.
Pergerakan serupa juga terlihat pada beberapa mata uang Asia lainnya. Dolar Singapura turun 0,06% menjadi Rp13.843,36, disusul Baht Thailand yang melemah 0,05% ke Rp537,770. Adapun Yuan China turun 0,04% ke Rp2.637,34, sedangkan Yen Jepang terkoreksi tipis 0,02% menjadi Rp111,02.
Tidak hanya pasar valuta asing, tekanan juga terlihat pada pasar komoditas. Harga emas dunia (XAU/USD) tercatat turun 0,42% atau 16,67 poin ke level 3.982,54 dolar AS per troy ons.
Pergerakan mata uang dan komoditas ini mencerminkan dinamika pasar global yang masih fluktuatif. Investor dan pelaku pasar diimbau mencermati perkembangan ekonomi global serta arah kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





