Isu Pabrik Otomotif Jepang Pindah ke Vietnam, Mas Rusdi Pastikan PT J Tetap Beroperasi Normal

beritajatim.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Rencana pergeseran basis produksi industri kendaraan global ke kawasan Asia Tenggara sempat memicu kegemparan luar biasa di kalangan buruh lokal. Kabar miring mengenai potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja massal secara mendadak tersebut langsung memicu kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi daerah.

Kondisi ketenagakerjaan di area kawasan industri sempat memanas menyusul adanya pernyataan dari pejabat pusat mengenai arah kebijakan diversifikasi produk ramah lingkungan. Otoritas daerah pun bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan guna meredam kepanikan para pekerja serta menjaga stabilitas kawasan.

“Dengan santernya berita dua raksasa otomotif Jepang dikabarkan mau cabut dari RI pindah ke negara lain, salah satunya dengan inisial PT J yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan. Kami sampaikan setahu kami Pemerintah Kabupaten Pasuruan bahwa PT J tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada rencana pindah dari Kabupaten Pasuruan ataupun bahkan ke negara yang lain,” tegas Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo.

Pria yang akrab disapa Mas Rusdi ini memastikan bahwa manajemen perusahaan penyuplai suku cadang tersebut masih berkomitmen penuh menjalankan aktivitas produksi di pabrik lokal secara reguler.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah adanya klaim dari perwakilan dewan penasihat kepresidenan terkait strategi investasi jangka panjang dari prinsipal luar negeri. Korporasi raksasa tersebut diisukan ingin memfokuskan seluruh pengembangan ekosistem mobil listrik baru mereka di wilayah Vietnam.

.u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be:active, .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u03e7025c3f75d54d26462cabbc2057be:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Komposisi 3 Penjaga Gawang Lokal Arema FC Komplit

Paparan tersebut disampaikan secara terbuka dalam sebuah konferensi pers virtual pada Minggu (21/06/2026) oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Menurut analisisnya, terdapat dua perusahaan berskala besar dengan inisial PT J di Pasuruan dan PT S di Mojokerto yang dinilai rentan terdampak kebijakan relokasi global tersebut.

“Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif, itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” ujar Said Iqbal dalam pernyataan awalnya yang sempat memicu polemik riuh.

Said menambahkan bahwa perpindahan modal tersebut dipicu oleh pertimbangan tingkat produktivitas manufaktur antarnegara yang dinilai lebih kompetitif untuk industri masa depan.

Pemerintah daerah sendiri menegaskan bahwa jaminan keamanan serta kemudahan birokrasi bagi para investor asing akan terus ditingkatkan demi menangkal guncangan eksternal. Sinergi yang kuat antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan manufaktur terbukti menjadi modal utama dalam mempertahankan eksistensi industri otomotif di Jawa Timur.

“Jadi kami sampaikan Kabupaten Pasuruan tetap terus menjaga iklim investasi yang sehat untuk Kabupaten Pasuruan yang lebih maju lagi,” pungkas Mas Rusdi di akhir penjelasan resminya kepada publik. Klarifikasi tegas dari orang nomor satu di pemkab ini diharapkan mampu memulihkan ketenangan psikologis ribuan buruh pabrik serta menjaga iklim usaha tetap kondusif. (ada/aje)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, AS Nomor Berapa?
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sudinkes Kepulauan Seribu Siagakan Lima Ambulans Laut untuk Percepat Layanan Kesehatan Darurat Warga
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Polda Jabar Tegaskan Taufik Tersangka Penyekapan Ditangkap, Bukan Serahkan Diri
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Libur Sekolah, Mal Ini Hadirkan Pengalaman Jelajahi Hutan di Tengah Kota
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Melampaui Klaim Sukses, Membangun Haji Kelas Dunia
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.