Indeks Daya Saing Digital Indonesia Naik pada 2026, Tantangan Bergeser ke Talenta AI

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: East Ventures bersama Katadata Insight Center merilis laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026 yang menunjukkan daya saing digital Indonesia terus mengalami peningkatan. 
 
Namun, tantangan transformasi digital kini bergeser dari sekadar memperluas akses teknologi menjadi menciptakan nilai ekonomi yang nyata melalui produktivitas, kewirausahaan digital, dan pengembangan talenta kecerdasan buatan (AI).
 
Laporan yang mengusung tema “Penguatan Pembangunan Nasional melalui Pemberdayaan Teknologi Digital” tersebut mencatat skor EV-DCI nasional meningkat menjadi 42,2 pada 2026, dibandingkan 38,8 pada 2025. Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak beberapa tahun terakhir, yakni 38,1 pada 2024, 37,8 pada 2023, dan 35,2 pada 2022.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan Indonesia perlu mengubah infrastruktur digital yang telah berkembang menjadi manfaat ekonomi dan sosial yang lebih nyata bagi masyarakat.
 
“Dengan akses digital yang semakin merata, keunggulan kompetitif Indonesia terletak pada kemampuan mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan data secara efektif. Jika terintegrasi dengan program nasional, hal ini dapat meningkatkan kualitas perencanaan, pemantauan, hingga pengambilan keputusan secara real time,” ujar Willson.
 
Laporan EV-DCI 2026 mengukur daya saing digital di 38 provinsi dan 157 kabupaten/kota. Sebanyak 37 dari 38 provinsi mencatat peningkatan skor dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, peta daya saing digital nasional masih menunjukkan ketimpangan yang cukup besar. Sepuluh provinsi dengan skor tertinggi masih didominasi wilayah Pulau Jawa. DKI Jakarta dan Jawa Barat kembali mempertahankan posisi pertama dan kedua selama enam tahun berturut-turut. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan.
 
Salah satu daerah dengan perkembangan paling signifikan adalah Papua Barat Daya yang melonjak 15 peringkat. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan infrastruktur digital, terutama bertambahnya desa yang telah terjangkau sinyal 4G, serta membaiknya indikator kewirausahaan digital dan produktivitas masyarakat.
 
Meski hampir seluruh provinsi mengalami kemajuan, kesenjangan digital antardaerah masih menjadi pekerjaan rumah. Selisih skor antara DKI Jakarta sebagai provinsi dengan daya saing digital tertinggi dan provinsi dengan peringkat terbawah masih mendekati 60 poin, menunjukkan adanya perbedaan kesiapan digital yang sangat lebar.
 
Laporan ini juga menyoroti bahwa fase berikutnya transformasi digital Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada adopsi teknologi. Tantangan utama kini adalah memastikan peningkatan kapasitas digital mampu diterjemahkan menjadi produktivitas ekonomi, penguatan usaha digital, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.
 
Menurut East Ventures, faktor penentu dalam transisi tersebut adalah ketersediaan talenta digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, kebutuhan pasar kerja mulai bergeser dari literasi digital dasar menuju keterampilan yang lebih maju, termasuk kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, pengembangan produk, dan layanan publik.
 
Persaingan regional juga semakin ketat karena sejumlah negara Asia Tenggara terus meningkatkan investasi dalam pengembangan talenta AI. Di sisi lain, Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan kapasitas pusat data yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Namun, potensi ekonomi dari investasi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika didukung SDM yang siap menghadapi era AI, tata kelola data yang baik, serta regulasi yang mendorong inovasi.
 
Berdasarkan temuan EV-DCI 2026, terdapat empat prioritas utama yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing digital nasional, yakni mempererat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, startup, dan komunitas; memperluas konektivitas digital untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah; mempercepat digitalisasi UMKM guna memperluas inklusi ekonomi; serta meningkatkan jumlah dan kualitas talenta digital, terutama yang memiliki kompetensi di bidang AI.
 
East Ventures menilai keberhasilan Indonesia dalam mengubah kesiapan digital menjadi inovasi, produktivitas, dan nilai tambah ekonomi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing nasional di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat 30 Ton Besi Berserakan di Flyover Tomang, Lumpuhkan Jalan Sepanjang Hari
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Helm Retak hingga Infus Bekas Jadi Barang Bukti Penyekapan Wanita di Bandung
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Wajah Kesal Giorgio Antonio Saat Sarwendah Sindir Nafkah Rp200 Juta Jadi Sorotan, Mulai Muak?
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Intip Situasi Terkini Proses Pengosongan Barang-Barang Peninggalan Eks Hotel Sultan
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Ayah Juga Jadi Tersangka Aniaya Bocah di Batam, Sempat Pura-pura Minta Bantuan
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.