Mardani Usul Semua Pemda Sediakan Dana Khusus Bereskan Kabel Semrawut

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengusulkan semua pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk memperbaiki jaringan kabel semrawut dan utilitas bermasalah.

Menurut politikus PKS itu, penggunaan anggaran untuk memperbaiki utilitas yang berkaitan dengan keselamatan publik harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Perbaikan utilitas bermasalah dapat menggunakan berbagai sumber dana atau alokasi anggaran. Bisa menggunakan anggaran Pemda, dan atau CSR (Corporate Social Responsibility). Serta bisa juga kolaborasi dengan crowd funding,” ujar Mardani dalam keterangan persnya, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Usai Tewaskan Siswi SMAN 6, Kabel Menjuntai di Kebayoran Lama Jaksel Langsung Dicopot

Mardani menyampaikan usulan tersebut menyusul kasus meninggalnya siswi SMAN 6 Jakarta Neisha Amalia Evrian (16) yang mengalami kecelakaan, setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersangkut kabel menjuntai di Jl Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dia menilai peristiwa tersebut menunjukkan masih lemahnya tata kelola utilitas perkotaan, yang seharusnya menjamin keselamatan masyarakat.

“Peristiwa hilangnya nyawa seorang siswi SMA akibat kabel menjuntai ke badan jalan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi standar keselamatan infrastruktur utilitas di kawasan perkotaan,” kata Mardani.

Baca juga: DPRD Desak Pemprov Jakarta Audit Kabel Udara Usai Siswi SMAN 6 Tewas Tersangkut

Menurut dia, pembangunan infrastruktur selama ini sering diukur dari bertambahnya jaringan jalan, transportasi, telekomunikasi, maupun utilitas perkotaan.

Namun, Mardani menekankan bahwa persoalan kabel melintang hingga memasuki ruang lalu lintas tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan estetika kota semata melainkan juga masalah nyawa manusia.

Mardani menambahkan, Pemda juga perlu mengaudit seluruh jaringan utilitas di wilayah masing-masing, terutama di koridor lalu lintas padat, kawasan pendidikan, dan jalur transportasi publik.

Dia menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti pada pencarian pihak yang bertanggung jawab atas satu kejadian.

“Evaluasi tidak boleh berhenti pada pencarian pihak yang bertanggung jawab atas satu kejadian saja, tetapi harus memastikan sistem pengawasan dan pemeliharaan utilitas berjalan secara berkala dan terukur,” jelas Mardani.

Tewasnya siswi di Jaksel akibat kabel menjuntai

Diberitakan sebelumnya, siswi SMAN 6 Jakarta Neisha Amalia Evrian (16) meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersangkut kabel menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 06.10 WIB.

Saat itu, korban diantar menuju sekolah dengan sepeda motor. Ketika kendaraan yang ditumpanginya berupaya menyalip bus dari sisi kanan, setang motor tersangkut kabel yang menjuntai dari tiang listrik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Akibatnya, pengendara dan korban terjatuh. Korban jatuh ke sisi kiri jalan dan terlindas bus sekolah yang sedang melintas hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasus tersebut kini ditangani Polres Jakarta Selatan. Polisi juga telah memanggil PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk dimintai keterangan terkait kabel menjuntai yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muatan Besi 30 Ton Terlepas dari Truk, Akses Flyover Tomang ke Grogol Tertutup | KOMPAS PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
3 Pengamen Bakar Pagar Rumah Warga di Bekasi, Polisi Selidiki
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Izinkan Ekspor Komoditas Pangan Asal Petani Indonesia Tak Rugi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Gerindra Pastikan Prabowo-Gibran Satu Kesatuan: Jadi Jangan sampai Isu Memecah Belah
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Persib Masih Senyap di Bursa Transfer, Umuh Muchtar: Tunggu Saja, Secepatnya!
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.