Diversifikasi Bisnis, Qualcomm Optimistis Bisnis Data Center Akan Hasilkan Rp269 Triliun

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

hief Financial Officer Qualcomm Akash Palkhiwala mengatakan bahwa divisi data center akan menghasilkan USD5 miliar pada 2027.

Diversifikasi Bisnis, Qualcomm Optimistis Bisnis Data Center Akan Hasilkan Rp269 Triliun. (Foto: Qualcomm)

IDXChannel—Produsen chip dan prosesor asal San Diego, Qualcomm, memproyeksikan penjualan senilai USD15 miliar (Rp269,07 triliun) dari bisnis data center-nya pada 2029, menyusul bisnisnya yang telah terdiversifikasi. 

Melansir CNA (25/6/2026), dalam paparannya ke investor, Chief Financial Officer Qualcomm Akash Palkhiwala mengatakan bahwa divisi data center akan menghasilkan USD5 miliar pada 2027 dan divisi chip custom akan menghasilkan USD1 miliar. 

Baca Juga:
Samsung Raup Rp17 Triliun dari Penjualan Chip Memori AI Terbaru

Selain itu, Qualcomm juga optimistis memproyeksikan pendapatan sebesar USD40 miliar dari penjualan chip di luar segmen ponsel yang selama ini menjadi penopang bisnis perusahaan. Angka tersebut naik dari estimasi yang semula dipatok senilai USD22 miliar saja. 

“Kami akan sangat terdiversifikasi,” tutur Palkhiwala.

Baca Juga:
Apple Bakal Naikkan Harga Produk Imbas Chip Memori Mahal

Sebelumnya, Qualcomm mengungkapkan bahwa Meta dan Microsoft akan menggunakan chip AI buatan perusahaan dan ada dua perusahaan lainnya yang meminta pembuatan chip AI secara kustom. 

Keputusan Qualcomm untuk bergeser ke bisnis chip AI menunjukkan tekanan pada pasar smartphone yang belakangan makin tertekan oleh kelangkaan chip memori yang disebabkan oleh permintaan infrastruktur AI yang melonjak signifikan. 

Baca Juga:
Margin Keuntungan Seret, Saham Chip AI Cerebras Ambles 14 Persen Sebelum Pembukaan

Tak hanya chip untuk smartphone, ekspansi industri AI membuat harga perangkat teknologi dengan chip dan memori naik drastis. Ini mencakup laptop, RAM, hingga konsol video game.

Lebih lanjut, Qualcomm mengatakan bahwa Microsoft akan menggunakan chip baru yang mengandalkan chip memori murah yang biasa dipakai di ponsel dan laptop, alih-alih menggunakan chip berkapasitas tinggi yang biasa digunakan Nvidia dan Cerebras Systems. 

Sementara itu, Meta akan menggunakan CPU baru buatan Qualcomm bernama Dragonfly C1000, CPU itu didesain secara khusus untuk AI data center. 

Qualcomm telah beberapa kali mencoba masuk ke segmen data center, dan kini berhasil masuk dalam kondisi industri yang telah bersaing secara ketat, termasuk untuk segmen chip custom. 

Saat ini, Qualcomm memproduksi tiga jenis chip. Yakni CPU (Central Processing Units), inference accelerators, dan ASICs (custom Application-Specific Integrated Circuits). Segmen-segmen chip ini telah diisi oleh kompetitor lain seperti Broadcom dan Marvell. 

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Mandiri Taspen Dorong Pemberdayaan Masyarakat
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Bosnia and Herzegovina Vs Qatar
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan di Forum ASEAN DGICM 2026
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026: Dimulai Jumat 26 Juni, Saatnya Tancap Gas!
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Rawa Pening dilirik investor jadi destinasi wisata air Jateng
• 50 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.