JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Achmad Yani, mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan audit besar-besaran terhadap jaringan kabel utilitas di Ibu Kota.
Hal itu menyusul tewasnya siswi SMAN 6 Jakarta akibat kabel menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Menurut dia, insiden tersebut menjadi peringatan serius bahwa masih terdapat persoalan tata kelola utilitas perkotaan yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Baca juga: Mardani Usul Semua Pemda Sediakan Dana Khusus Bereskan Kabel Semrawut
“Kami mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jaringan kabel utilitas yang berada di atas maupun di sekitar badan jalan di Jakarta,” kata Achmad Yani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, Yani mendorong Pramono mempercepat program penataan dan penempatan kabel utilitas ke dalam Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai maupun instalasi utilitas yang semrawut.
Baca juga: Warga Keluhkan Kabel Semrawut di Kalideres, Pemkot Jakbar Targetkan Penataan Rampung Akhir 2026
Ia juga mengusulkan adanya pengawasan dari semua lapisan masyarakat.
“Kami menyarankan kepada Gubernur Pramono untuk segera membentuk mekanisme pengawasan terpadu antara pemerintah daerah, operator utilitas, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat untuk pelaporan cepat terhadap infrastruktur yang membahayakan,” kata Achmad Yani.
Tak hanya itu, Yani juga meminta Pemprov DKI memberikan pendampingan maksimal kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak korban terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Warga Khawatir Kabel Semrawut Menjuntai di Kalideres Jakbar Makan Korban
"Saya rasa Pemprov DKI harus hadir bagi korban dan keluarganya," kata dia.
Di sisi lain, Yani mendorong dilakukan evaluasi dari tingkat perizinan, pengawasan, dan tanggung jawab pihak-pihak yang terkait dengan keberadaan kabel yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut.
Menurut dia, hasil evaluasi harus menjadi dasar perbaikan tata kelola infrastruktur utilitas agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Jakarta.
Baca juga: Masalah Lama yang Diabaikan: Kabel Semrawut Bekasi Kini Ancam Keselamatan
“Jalan raya harus menjadi ruang publik yang aman bagi seluruh masyarakat, terutama bagi para pelajar yang setiap hari berangkat dan pulang sekolah,” kata Achmad Yani.
Sebelumnya, Neisha Amalia Evrian meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat dibonceng ayahnya menuju sekolah di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (18/6/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan, saat itu korban tengah dalam perjalanan menuju sekolah sekitar pukul 06.10 WIB.





