Menkes Respons Usulan AI Bantu Analisis Penyakit: Dokter Mesti Lihat Pasien

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam membantu pelayanan kesehatan di daerah yang masih kekurangan dokter. Budi menilai kehadiran dokter secara langsung masih dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.

"Mungkin kita mulai dulu dengan telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya," kata Budi usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Waka Komisi IX DPR Usul AI Bantu Analisis Penyakit Pasien Wilayah Minim Dokter

Budi mengatakan, teknologi seperti telemedicine, AI, dan inovasi digital lainnya dapat menjadi pelengkap layanan kesehatan. Namun, menurutnya, pemanfaatan teknologi tak boleh mengalihkan fokus utama pemerintah dalam menambah jumlah dokter.

"Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu. Bahwa kemudian nanti ditambah dengan telemedicine, dengan AI, dan teknologi-teknologi lainnya, tapi jangan sampai itu mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran dokter secara langsung masih diperlukan dalam pelayanan kesehatan. Sebab, dia mengatakan tenaga medis harus memeriksa dan berinteraksi langsung dengan pasien.

"Karena dokter dan tenaga kesehatan, tenaga medis, kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga," tuturnya.

Sebelumnya, Nihayatul Wafiroh mengusulkan pemanfaatan AI untuk membantu pelayanan kesehatan di daerah yang masih kekurangan dokter. Dia menilai teknologi dapat menjadi solusi sementara untuk menjembatani keterbatasan tenaga medis di sejumlah wilayah.

Hal itu disampaikan Nihayatul dalam rapat kerja Komisi IX DPR bersama Kementerian Kesehatan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Dia mengatakan saat ini sejumlah sektor telah memanfaatkan AI.

"Kekurangan dokter yang ada, ini kita ini sekarang sudah cukup banyak dibantu dengan adanya AI, Pak. Saya bukan orang medis, saya membayangkan mungkin sekarang ini kita banyak melihat banyak sektor yang sudah dibantu oleh AI," kata Nihayatul.

"Bisa nggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang mungkin ada tenaga medis dan sebagainya, yang mungkin ada ada ini kita bisa dibantu AI untuk sebagai paling tidak untuk membantu pasien kita untuk apa menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja, Pak," imbuhnya.

Baca juga: Menkes: Penghasilan Dokter Ada yang Miliaran, Ada Seperti Tukang Parkir




(amw/whn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Roy Suryo Siap Buka-Bukaan Bukti Baru di Sidang Ijazah Jokowi
• 52 menit laluokezone.com
thumb
Kenalan dengan Grillz Teeth, Aksesori di Kalangan Anak Hip-Hop yang Kembali Populer
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Siapkan SDM Industrialisasi, Kampus Diminta Cetak Talenta untuk Pengembangan Mobil Nasional
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa Kuat Guncang California, Venezuela, dan Jepang Dalam 12 Jam Terakhir, Begini Kata Ahli
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Optimalisasi Layanan Persalinan di FKTP, Bidan Jadi Garda Depan Jaga Kesinambungan JKN
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.