KB Bank (BBKP) Perkuat Pembiayaan Sektor Riil di Tengah Transformasi Bisnis

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) alias KB Bank memperkuat ekspansi pembiayaan pada sejumlah sektor ekonomi riil seiring dengan upaya perseroan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan industri perbankan.

KB Bank membukukan penyaluran kredit sebesar Rp43,19 triliun. Kredit lancar perseroan tumbuh 4,76% secara tahunan pada kuartal I/2026. 

Di sisi pendapatan, KB Bank mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp363 miliar atau meningkat 97,28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Perbaikan juga terjadi pada margin bunga bersih, didukung oleh struktur pendanaan yang semakin efisien.

Dana murah atau current account savings account (CASA) KB Bank tumbuh 5,74% secara tahunan menjadi Rp13,09 triliun. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp41,52 triliun pada akhir Maret 2026.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan perbaikan sejumlah indikator tersebut menjadi bagian dari proses transformasi yang masih dijalankan perseroan. Fokus KB Bank, menurutnya, tidak hanya mengejar profitabilitas dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapabilitas bisnis dan layanan yang lebih kuat.

Baca Juga

  • KB Bank Suntik Pembiayaan Rp200 Miliar ke Sektor Teknologi
  • KB Bank (BBKP) Tak Mau Gegabah Pangkas Bunga
  • KB Bank (BBKP) Nilai Program PINISI BI Bisa Dorong Pembiayaan ke Sektor Riil

“Sepanjang tahun ini kami melihat sejumlah inisiatif yang dijalankan menunjukkan hasil yang positif. Fokus kami bukan hanya menjaga kualitas pertumbuhan, tetapi juga memperkuat kapabilitas bisnis dan layanan agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dalam segmen wholesale banking, KB Bank memperluas pembiayaan kepada sejumlah perusahaan di sektor logistik, barang konsumsi, teknologi, hingga properti komersial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat eksposur pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi.

Salah satunya melalui fasilitas pembiayaan hingga Rp720 miliar kepada MGM Bosco Logistics untuk mendukung ekspansi infrastruktur rantai dingin nasional.

KB Bank juga memperkuat kemitraan dengan PT Lucky Mom Indonesia atau Makuku melalui fasilitas pembiayaan hingga Rp400 miliar.

Di sektor teknologi, perseroan menjalin kerja sama distributor financing senilai Rp200 miliar dengan PT ECS Indo Jaya untuk memperkuat ekosistem distribusi produk teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, KB Bank juga menyalurkan fasilitas kredit kepada PT Paramarta Rolas Jaya yang merupakan bagian dari grup NWP Property.

Rangkaian kerja sama tersebut membuka ruang bagi KB Bank untuk mengembangkan bisnis berbasis ekosistem, termasuk transaction banking, cash management, trade finance, dan layanan perbankan lainnya bagi mitra usaha.

Selain memperluas pembiayaan, KB Bank juga memperkuat segmen retail banking. Perseroan meresmikan kembali Kantor Cabang Semarang yang dilengkapi Priority Banking Center untuk menyasar nasabah affluent sekaligus memperluas hubungan dengan komunitas bisnis di Jawa Tengah.

Penguatan layanan digital juga menjadi bagian dari transformasi perseroan. KB Bank memperoleh tiga penghargaan dalam ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026 untuk kategori layanan digital, kartu debit, dan kartu kredit.

Kunardy mengatakan KB Bank akan terus memperkuat sinergi antara bisnis wholesale dan retail banking agar pertumbuhan perseroan dapat berlangsung lebih konsisten dalam jangka panjang.

“Kami terus memperkuat sinergi di seluruh lini bisnis, baik wholesale maupun retail banking agar dapat terus bertumbuh konsisten dalam jangka panjang,” tuturnya.

Selain itu, KB Bank juga melakukan penguatan organisasi melalui optimalisasi operasional, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pengelolaan jaringan kantor.

Perseroan menyatakan seluruh langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
18 Anggota OPM Ikrar Setia Kembali ke Pangkuan NKRI
• 23 menit lalukumparan.com
thumb
DKP Sulbar Petakan Potensi Investasi Kelautan untuk Business Investment Expo 2026
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bertemu Bos NATO di Gedung Putih, Trump Kecewa Tak Dibantu Perang Lawan Iran
• 16 jam laludetik.com
thumb
Republik Demokratik Kongo Catat Lebih dari 1.000 Kasus Ebola, Wabah Menyebar ke Kamp Pengungsian Ketiga
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Kelakuan Masa Kecil Taufik Hidayat Diungkap Kepala Desa, Sebut Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kenakalan
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.