JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengaku tak masalah jika Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ingin mengusulkan penderita TBC diberikan MBG.
Namun, ia meminta agar anggarannya tak menggunakan anggaran pendidikan.
BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Fathimah Azzahra Wakil Ketua BEM UI Adu Argumen Soal Korupsi MBG
"Kalau sekarang dari Kementerian Kesehatan meminta atau mengusulkan agar penderita TBC ini mendapat MBG, selama anggarannya di Kementerian Kesehatan ada, ya monggo, silakan saja," kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Kamis, 25 Juni 2026.
Lalu menjelaskan penerima utama program MBG selama ini adalah siswa, balita, lansia, serta ibu menyusui.
Karena itu, penggunaan anggaran pendidikan harus tetap diarahkan untuk kelompok yang berkaitan langsung dengan proses pendidikan.
"Yang boleh diambil dari anggaran pendidikan, yang manfaatnya dirasakan oleh siswa-siswi," jelasnya.
BACA JUGA:Rusak Ditabrak Truk, Transjakarta Pastikan Halte Tebet Eco Park Tetap Layani Pelanggan
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita TBC dimasukkan ke daftar penerima program MBG.
Budi mengungkapkan dirinya sempat ditanya oleh Kepala BGN Nanik S Deyang soal kelompok prioritas yang wajib mendapat MBG. Kemudian, dia mengusulkan empat kelompok.
“Saya bilang, ada empat sebenarnya yang dari sisi kesehatan rawan untuk masalah kekurangan gizi,” kata Budi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026.
“Satu adalah ibu hamil, dua adalah ibu menyusui, tiga adalah balita di bawah 5 tahun, kemudian empat adalah orang yang terkena TBC,” tambahnya.
BACA JUGA:Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Venezuela Selamat Usai Gempa M 7,5
Dia menjelaskan berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal internasional, cara ini sudah diterapkan di India dan China.
“Orang yang penderita TBC, diobatin kan selama 6 bulan sampai 12 bulan, itu daya tahan kondisi fisiknya itu lemah,” ungkap Budi.
- 1
- 2
- »





