JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Achmad Yani, meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempercepat penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT)di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan usai seorang siswi SMAN 6 Jakarta tewas akibat kabel menjuntai.
Achmad Yani menilai peristiwa yang terjadi pada 18 Juni 2026 itu menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera membenahi jaringan utilitas yang masih semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengimbau Gubernur DKI Jakarta agar mempercepat program penataan dan penempatan kabel utilitas ke dalam SJUT guna mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai atau semrawut,” kata Yani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: Vonis Bos Terra Drone: Abaikan Standar K3 hingga Kebakaran Tewaskan 22 Karyawan
Selain itu, Yani juga mendesak Pemprov DKI Jakarta melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jaringan kabel utilitas yang berada di atas maupun di sekitar badan jalan.
Ia juga meminta pimpinan DPRD DKI Jakarta memanggil seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemprov DKI, pemilik dan pengelola utilitas, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan pemeliharaan jaringan.
Menurut dia, kecelakaan yang menewaskan pelajar itu tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan infrastruktur publik di Jakarta.
Karena itu, ia mendorong pembentukan mekanisme pengawasan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, operator utilitas, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat agar pelaporan infrastruktur yang membahayakan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
"Saya rasa Pemprov DKI harus hadir bagi korban dan keluarganya," ujar dia.
Lebih lanjut, Achmad Yani meminta dilakukan evaluasi terhadap aspek perizinan, pengawasan, dan tanggung jawab pihak-pihak yang terkait dengan keberadaan kabel yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut.
"Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengelolaan kota. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur publik," kata Yani.
Baca juga: Siswi SMAN 6 Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, DPRD DKI Minta Pramono Audit Besar-besaran
Sebelumnya, siswi SMAN 6 Jakarta, NAEP, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat dibonceng ayahnya menuju sekolah di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, saat itu korban tengah dalam perjalanan menuju sekolah sekitar pukul 06.10 WIB.
Kemudian, saat melintas di depan rumah nomor 6, sebuah kabel yang menjuntai tersangkut ke setir motor.
Otomatis, motor langsung otomatis menarik remnya, yang menyebabkan pengemudi dan NAEP jatuh.
“Akibat itu kan setir sebelah kanan ngerem karena ketarik, pengemudi kemudian jatuhlah ke kanan, dan korban yang dibonceng jatuhnya ke kiri. Saat bersamaan, ada kendaraan yang melintas itu,” tutur Joko saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis.
Saat itu, sebuah bus sekolah melintas yang membuat korban terlindas. Akibatnya, NAEP mengalami luka di kepala meski sudah memakai helm, dan dinyatakan meninggal di tempat.
Baca juga: Cerita Warga Terdampak Debu Proyek PSEL Bantargebang: Sehari Menyapu 15 Kali hingga Gatal
“Dugaannya meninggal di tempat, terus dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati,” kata Joko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



