LPS Waspadai Perlambatan Pertumbuhan Simpanan Rupiah hingga Kuartal III/2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut adanya potensi perlambatan pertumbuhan simpanan rupiah hingga akhir kuartal III/2026 di tengah dinamika likuiditas dan pasar keuangan.

Merespons kondisi tersebut, LPS menaikkan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan rupiah sebesar 25 basis poin (bps) untuk bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR).

Dengan penyesuaian tersebut, tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum naik menjadi 3,75%, sedangkan di BPR menjadi 6,25%. Adapun tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing di bank umum dipertahankan pada level 2%.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi mengatakan pertumbuhan simpanan rupiah saat ini masih relatif tinggi.

Namun, LPS melihat adanya potensi perlambatan penghimpunan dana masyarakat pada periode mendatang.

“Memang kemudian kinerja penghimpunan simpanan berpotensi agak melambat ke depan, terutama karena perkembangan situasi likuiditas, termasuk juga perkembangan di pasar keuangan,” ujar Doddy dalam konferensi pers, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga

  • LPS Kerek Bunga Penjaminan, Antisipasi Respons Kompetisi Dana Bank
  • Breaking! LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah 25 Bps
  • Pailit Prima Master Bank, LPS Mulai Bayar Klaim Simpanan Tahap Keempat

Menurutnya, potensi perlambatan tersebut akan memengaruhi laju pertumbuhan simpanan. Kendati demikian, LPS menilai risiko perlambatan dana masyarakat belum akan membuat kondisi likuiditas perbankan menjadi bermasalah.

“Secara keseluruhan kami melihat risiko pertumbuhan simpanan tersebut belum akan atau tidak akan membuat kondisi likuiditas perbankan menjadi bermasalah. Jadi masih relatif terjaga,” katanya.

Hingga Mei 2026, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan masih tumbuh 13,47% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 11,51%.

LPS juga mencatat pertumbuhan DPK rupiah lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK valuta asing. 

Kondisi tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan masih terjaga, meski bank menghadapi perubahan kondisi pasar keuangan dan persaingan penghimpunan dana.

Di sisi lain, suku bunga pasar simpanan rupiah menunjukkan tren kenaikan pada seluruh kelompok bank. Dalam periode observasi Juni 2026, suku bunga pasar simpanan rupiah rata-rata naik 14 bps sejak awal tahun menjadi 3,28%.

Doddy mengatakan tren tersebut sejalan dengan kenaikan suku bunga kebijakan, peningkatan imbal hasil instrumen keuangan domestik, serta kompetisi suku bunga antarbank. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan LPS menaikkan TBP simpanan rupiah.

“Likuiditas perbankan sejauh ini masih terjaga di semua kelompok bank, namun terdapat indikasi terjadinya peningkatan kompetisi suku bunga di antara berbagai kelompok bank tersebut,” ujarnya.

Selain mempertimbangkan pergerakan suku bunga pasar dan kondisi likuiditas, LPS juga menjaga tingkat cakupan penjaminan simpanan. 

LPS mencatat cakupan penjaminan masih berada di atas ketentuan minimum 90% dari jumlah rekening nasabah, meski terdapat kecenderungan penurunan yang perlu diantisipasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Meroket Nyaris 2%, Nyaris Sentuh Level Psikologis 6.000
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Bantarkan Penahanan Yaqut ke RS Polri karena Sakit Pencernaan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Usai Digasak Brasil, Pelatih Skotlandia Langsung Nyerah, Pesimis Lolos sebagai Peringkat 3 Terbaik
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Mengapa Kolagen Tetap Jadi Andalan Perawatan Anti-Aging?
• 15 jam laluherstory.co.id
thumb
Polresta Pati Gagalkan Tawuran Gangster, 7 Pemuda Diamankan Bersama Celurit Raksasa
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.