HP resmi memperkenalkan fitur baru bernama HP IQ, sebuah platform orkestrasi kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai penghubung antar-AI Agent di berbagai perangkat. Ini langkah agresif HP untuk mendorong adopsi AI langsung di perangkat atau on-device AI.
Perusahaan menilai masa depan komputasi tidak bisa terus bergantung pada pemrosesan berbasis cloud yang dinilai semakin mahal dan kompleks. Pandangan tersebut disampaikan Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal Systems Category Manager HP Indonesia, saat memperkenalkan arah baru pengembangan perangkat AI generasi berikutnya dari HP.
Menurut Edo, kecerdasan buatan kini bukan lagi fitur tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang akan membentuk cara orang bekerja ke depan.
“AI sudah menjadi suatu keharusan. Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan AI yang berjalan di cloud karena ke depannya biaya komputasi dan penggunaan token akan semakin mahal,” ujar Edo.
Karena itu, HP mulai memperkuat strategi AI melalui pendekatan AI on the edge, konsep yang memungkinkan proses AI berjalan langsung di perangkat tanpa harus selalu terhubung ke layanan cloud.
Pendekatan ini dinilai dapat menghadirkan respons yang lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi dan privasi data pengguna.
Strategi tersebut menjadi bagian dari visi HP untuk membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung dan mampu mendukung produktivitas, baik untuk pengguna individu, korporasi, hingga segmen usaha kecil dan menengah.
HP IQ sebagai Otak Ekosistem AISecara sederhana, HP IQ berperan sebagai lapisan kecerdasan (intelligence layer) yang menghubungkan pengalaman penggunaan di berbagai perangkat HP generasi baru berbasis AI, termasuk laptop, printer, dan produk HP lainnya.
Teknologi ini menggabungkan kemampuan AI lokal di perangkat dengan konektivitas berbasis kedekatan (proximity-based connectivity) untuk mengurangi hambatan saat bekerja.
Edo menjelaskan, HP IQ dirancang sebagai AI orchestrator yang membantu pengguna menjalankan aktivitas kerja dengan lebih mulus. Salah satu fungsi utamanya adalah seamless connectivity. Ia mencontohkan situasi yang sering terjadi saat pengguna berpindah dari laptop ke ruang rapat dan harus mengatur ulang koneksi audio untuk video conference.
“Kadang saat masuk meeting room muncul echo, lalu bingung harus mute perangkat yang mana. HP ingin menghilangkan friksi seperti itu,” kata Edo.
Melalui integrasi dengan solusi ruang rapat milik HP, sistem akan mendeteksi perangkat di sekitar pengguna lalu melakukan sinkronisasi otomatis agar koneksi audio dan kolaborasi berjalan lebih mulus.
Selain konektivitas, HP IQ juga dirancang untuk membantu aktivitas kerja sehari-hari seperti pengelolaan email, dokumen, hingga alur kerja lintas aplikasi. Fitur lainnya termasuk Ask IQ untuk merespons input teks dan suara dengan jawaban kontekstual serta panduan yang relevan, hingga Meeting Agent untuk menulis notulensi secara cepat selama rapat tanpa perlu berpindah aplikasi.
HP menyebut pendekatan ini sebagai upaya menghadirkan pengalaman kerja yang lebih intuitif tanpa membuat pengguna terus berpindah antarperangkat atau aplikasi.
Akan Hadir di Seluruh Lini AI PC HPHP berencana memperluas kehadiran HP IQ ke berbagai kategori perangkat generasi berikutnya. Edo mengatakan teknologi tersebut akan tersedia secara bertahap di lini notebook, desktop, all-in-one PC, Chromebook, hingga perangkat bisnis HP generasi baru.
Secara global, HP juga telah menyatakan bahwa HP IQ akan mulai hadir lebih luas pada portofolio AI PC mereka sepanjang 2026. Platform ini nantinya terintegrasi dengan sistem manajemen perangkat perusahaan untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja dalam skala besar.
Melalui strategi ini, HP tampaknya ingin mengambil posisi di tengah tren AI PC yang mulai bergeser, dari sekadar menghadirkan chatbot di perangkat, menuju pengalaman komputasi yang lebih kontekstual, personal, dan bekerja langsung dari perangkat yang digunakan sehari-hari.





