JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto mengatakan pihaknya mengoptimalkan semua platform untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Santo mengatakan Kemlu memanfaatkan semua platform yang tersedia dalam mekansime internasional, termasuk BRICS.
Usai acara Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026), Santo pun mengatakan Indonesia senantiasa mengikuti perkembangan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta Israel dan Lebanon.
"Dalam berbagai forum, berbagai kesempatan, kami berusaha mendorong perbaikan kondisi di seluruh dunia, termasuk tentunya di kawasan Timur Tengah," kata Santo di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Update Gempa Bumi Venezuela: Kemlu RI Sebut 3 WNI Aman dan Selamat
Selain itu, diplomat Kemlu itu mengatakan Indonesia berharap agar negosiasi yang berlangsung berujung hasil konkret, yakni stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah secara keseluruhan.
Santo juga mengatakan Indonesia menghormati keputusan AS dan Iran yang memilih Pakistan sebagai mediator. Menurutnya, Indonesia menghormati keputusan pihak terkait menentukan platform sendiri untuk melangsungkan perundingan.
"Berbagai hal yang dilakukan di berbagai forum itu harapannya dapat menjadi komplemen terhadap upaya-upaya yang sedang dilakukan pihak terkait," kata Santo dikutip Antara.
Sebelumnya, AS dan Iran dilaporkan menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik. Kedua pihak disebut sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama dengan melibatkan Lebanon untuk menghentikan operasi militer Israel.
Sementara itu, Lebanon dan Israel dijadwalkan menempuh negosiasi tersendiri. Perundingan Israel-Lebanon digelar di Washington, AS, pada 23-25 Juni 2026.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kemlu ri
- perundingan as iran
- perdamaian timur tengah
- santo darmosumarto
- kementerian luar negeri





