Pertama dalam Era Ottoman, Tak Ada Adzan dan Sholat Jumat sementara Pelaku Diancam Sanksi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL— Kesultanan Ottoman didirikan pada 27 Juli 1299 oleh pemimpin besar Osman I, putra Ertuğrul.

Sejak berdirinya negara tersebut hingga hari-hari terakhir masa pemerintahannya, azan Muhammad tidak pernah terhenti berkumandang dan salat Jumat senantiasa dilaksanakan.

Baca Juga
  • Gagalnya Kemenangan Mutlak Netanyahu yang Merugikan Militer Israel
  • Ilusi Perang Irak, Suriah, Lebanon, dan Iran: Hentikan Segera Israel Raya Jika Ingin Dunia Damai
  • Hubungan Memanas, AS Waspadai Spionase Intelijen Israel hingga Level Membahayakan

Bahkan dalam masa-masa paling sulit sekalipun, termasuk ketika ibu kotanya, Istanbul, diduduki Sekutu pada 13 November 1918, tidak pernah tercatat bahwa sholat Jumat dihentikan.

Namun, ada satu hari yang berbeda dari seluruh sejarah Utsmaniyah. Pada hari itu azan tidak terdengar dan salat Jumat tidak dilaksanakan karena masjid-masjid ditutup serta adzan dilarang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut kalender Masehi, hari tersebut adalah 29 September 1730, yang bertepatan dengan hari Jumat.

Pada hari itulah terjadi peristiwa yang disebut sebagai kejadian pertama dan satu-satunya dalam sejarah Kesultanan Ottoman yaitu azan tidak dikumandangkan dan salat Jumat tidak dilaksanakan karena seluruh masjid ditutup.

Periode antara 1718 hingga 1730 dikenal sebagai Era Tulip (Lale Devri). Tulip merupakan bunga yang sangat populer dan tersebar di seluruh Istanbul pada masa itu.

Era ini dipandang oleh para pejabat dan penasihat istana sebagai masa reformasi yang bertujuan membawa modernisasi dan kemajuan bagi negara.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Ingatkan Pemerintah Wacana Kebijakan Baru CHT untuk Rokok Ilegal
• 2 jam laludisway.id
thumb
Lagi! Satu Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Total Korban Jadi Tiga Orang
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Kemenag dan Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Rp15,4 Miliar untuk Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh
• 19 jam lalupantau.com
thumb
East Ventures: Daya Saing Digital RI Naik 50% dalam Enam Tahun
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Setelah Ruben Onsu, Giliran Sarwendah Sambangi KPAI Jakarta
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.